Jogja

Guru Korban Dugaan Keracunan MBG di Sleman Ungkap Tanggung Pengobatan Sendiri

Haris Ma'ani | 12 September 2026, 07:48 WIB
Guru Korban Dugaan Keracunan MBG di Sleman Ungkap Tanggung Pengobatan Sendiri
Foto kegiatan MBG di sekolah Indonesia. -foto: instagram/badangizinasional.ri

Akurat.co,Jogja-Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berulang di Yogyakarta.

MBG dari SPPG Wonokerto, Turi, Sleman diduga menjadi penyebab keracunan murid dan guru di sana, Senin, (7/9).

Akun IG @septiady_irawan, yang menyebutkan dirinya sebagai guru yang diduga keracunan MBG mengungkapkan kondisinya dan harus menanggung biaya pengobatan sendiri.

Baca Juga: MBG DIY Diperketat, Dari 424 Hanya 9 SPPG Belum Bersertifikat

Dalam kolom komentar di akun IG @merapi_uncover, yang memuat permintaan maaf SPPG pengelola, guru tersebut menuliskan kejadian yang dialaminya.

Tangkapan layar curhat guru di Sleman yang jadi korban dugaan keracunan MBG. -foto: instagram/merapi_uncover

"Saya merupakan satu-satunya guru yang menjadi korban keracunan dan mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.

Pada hari Senin, 7 September 2026, saya bertugas sebagai guru piket yang memiliki tugas untuk mencicipi dan membagikan makanan MBG kepada siswa. Setelah kejadian tersebut, saya mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.

Seluruh biaya perawatan di RSUD Sleman pada saat kejadian saya tanggung dan bayarkan secara mandiri.

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan maupun informasi lebih lanjut dari pihak SPPG terkait tindak lanjut kejadian tersebut, termasuk mengenai pertanggungjawaban biaya pengobatan yang telah saya keluarkan."

Pernyataan guru tersebut sontak mendapatkan banyak simpati dari netizen. Dukungan mengalir dari netizen.

Permintaan maaf

Sementara itu, permohonan maaf disampaikan pihak SPPG Wonokerto, Turi, Sleman atas kejadian tersebut.

Permohonan maaf secara terbuka ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Wonokerto, Turi, Rifqi Dimas Pratama.

Berikut kurang lebih ringkasan isi surat permintaan maafnya:

"Menyikapi kejadian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Wonokerto Turi pada Senin, 7 September 2026, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat, orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat yang terdampak.

Kami menyadari bahwa kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran dan dampak bagi penerima manfaat beserta keluarga. Kami sangat menyesalkan hal tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serius.

Sebagai bentuk tanggung jawab, operasional SPPG Wonokerto Turi untuk sementara dihentikan guna mendukung proses evaluasi menyeluruh, termasuk sarana dan prasarana, sumber daya manusia, proses operasional, pengelolaan bahan baku, serta penerapan standar keamanan pangan.

Kami juga menghormati dan mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh pihak terkait serta berkomitmen menjalankan setiap rekomendasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Kesalahan Pemerintah dalam Kasus MBG, Hanya Kejar 82 Juta Penerima Manfaat

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan dan pendampingan, khususnya pihak sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah setempat, relawan, serta seluruh pihak terkait.

Kepercayaan masyarakat adalah amanah bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus berbenah, memperkuat standar keamanan pangan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh penerima manfaat MBG."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.