Raih Hibah Dana Indonesiana, Dosen UAJY Siap Digitalisasikan Keris

Akurat.co, Jogja - Dosen Departemen Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Martinus Maslim berhasil memperoleh Hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan.
Hibah tersebut diperoleh melalui penelitian berjudul 'Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data Digital untuk Dokumentasi Keris sebagai Warisan Budaya Indonesia'.
Program ini bertujuan mendigitalisasi keris sebagai warisan budaya Indonesia yang hingga kini belum memiliki basis data terpusat.
Martinus menjelaskan, Dana Indonesiana mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan riset dan teknologi.
“Selama ini keris tersebar di berbagai koleksi. Tetapi belum terdokumentasi secara terpusat. Karena itu, kami berupaya membangun basis data digital yang dapat diakses publik,” jelasnya, Minggu (15/02/2026).
Topik penelitian ini berangkat dari riset di laboratorium TICELS (Technology & Innovation for Culture, Education, Language, and Society) Departemen Informatika UAJY yang berfokus pada isu sosial, pendidikan dan budaya.
Tim melihat keris sebagai objek kebudayaan penting yang masih minim dokumentasi digital berbasis ilmiah.
Proses pengajuan hibah dimulai dengan penyusunan proposal yang mencakup tujuan, metode, rencana anggaran biaya (RAB) dan timeline kegiatan.
Baca Juga: Dihadapan Delegasi 15 Negara Peserta COMICOS 2026, Rektor UAJY Gelorakan Semangat Pancasila
Proposal tersebut kemudian melalui tahap seleksi substansi oleh Kementerian Kebudayaan, dilanjutkan dengan penyesuaian anggaran dan jadwal pelaksanaan hingga penandatanganan kontrak.
Karena Dana Indonesiana merupakan dana abadi yang dikelola melalui LPDP, proses pencairan dana dilakukan melalui lembaga tersebut.
Proposal diajukan pada Juni 2025 dan kontrak ditandatangani pada Desember 2025. Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung hingga November 2026.
Dalam pelaksanaannya, tim yang juga beranggotakan tenaga kependidikan yaitu Y Yeni Kristiawan dan Agustinus Kris Handoyo yang akan mengembangkan basis data digital berbasis website. Dilengkapi dengan visual keris interaktif menggunakan teknik pemotretan berputar.
Baca Juga: UAJY Gandeng Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk Sosialisasikan Izin Mahasiswa Asing
Program ini menargetkan pendokumentasian 70 jenis keris yang dapat diakses publik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tantangan utama dalam program ini adalah pengumpulan data keris yang sebagian besar dimiliki oleh kolektor pribadi, sehingga diperlukan kerja sama dengan komunitas dan kolektor keris.
"Tentu kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Sekaligus menginspirasi sivitas akademika UAJY untuk aktif mengembangkan riset dan pengabdian melalui berbagai skema hibah," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









