UPN “Veteran” Yogyakarta Gandeng OJK Edukasi Mahasiswa tentang Tata Kelola yang Baik

Akurat.co, Jogja - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Nasional berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanamkan nilai-nilai integritas kepada mahasiswa melalui Kegiatan SPARK Camp (SPARK Class on Campus).
Berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME), kegiatan digelar secara hybrid.
Di sini peserta mendapatkan edukasi tentang urgensi penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) atau Tata Kelola yang Baik, Manajemen Risiko dan Kepatuhan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tour menuju pelaksanaan Risk and Governance Summit (RGS) 2026. Salah satu agenda tahunan OJK dalam rangka memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai pentingnya tata kelola.
Baca Juga: UPN “Veteran” Yogyakarta Nonaktifkan Sementara Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
SPARK Camp kali ini mengusung tema “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof Mohamad Irhas Effendi mengatakan, tema tersebut relevan untuk menjawab tantangan perkembangan zaman.
Di tengah percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan meningkatnya risiko kejahatan siber, maka kebutuhan akan tata kelola yang baik dan manajemen risiko semakin penting.
“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, good governance tentu bukan lagi sebuah pilihan, tetapi merupakan sebuah keharusan,” ujar Rektor, Rabu (20/05/2026).
Baca Juga: Haru Liputi Proses Wisuda UPN Veteran Yogyakarta, Ibu Gantikan Anaknya yang Telah Meninggal Dunia
Rektor menegaskan, UPN “Veteran” Yogyakarta menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam membangun kepemimpinan masa depan.
“Integritas bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi utama untuk mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan komitmen terhadap tata kelola yang baik,” tambahnya.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena menggarisbawahi tata kelola yang baik, tidak hanya berlaku bagi lembaga pemerintah atau industri jasa keuangan. Tetapi juga penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan, agar kompetensi yang dimiliki senantiasa disertai dengan integritas.
“Tata kelola yang baik menjadi pondasi penting dalam membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, governance, risk and compliance memiliki peran krusial dalam mendukung pembangunan nasional agar berjalan. Tidak hanya cepat, tetapi juga tepat, adil dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan juga menyoroti hubungan erat antara teknologi dan tata kelola. Sophia menyatakan, tata kelola menjadi faktor kunci untuk memastikan pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor etika dan akuntabilitas.
“Teknologi tanpa governance berisiko menghasilkan sistem yang canggih namun lemah dari sisi etika, kontrol, keamanan, dan akuntabilitas. Sebaliknya, governance tanpa teknologi dapat berhenti sebagai kebijakan atau prosedur yang sulit dijalankan secara efektif. Jadi keduanya saling melengkapi,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







