Berikut Cara Mudah Bela Negara Versi Deddy Corbuzier

Akurat.co, Jogja - Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sundjojo atau yang lebih familiar dikenal Deddy Corbuzier hadir menjadi pembicara di hadapan mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY), Senin (11/08/2025).
Dihadapan 6.031 mahasiswa baru, Deddy Corbuzier banyak berbicara tentang media sosial dan digitalisasi. Sesuai dengan kapasitas dia selaku Stafsus bidang komunikasi dan publik.
Bela negara secara Kemenhan dan TNI, Indonesia saat ini memiliki Komponen Cadangan atau Komcad, tentara yang luar biasa hingga alutsista.
"Disini semua teman-teman memegang senjata. Karena dari tadi saya masuk semuanya memegang handphone. Jadi sekarang ancamannya itu bukan lagi bom, senjata atau tembak-tembakan. Tapi ancamannya sekarang ini adalah netizen, hoax, adu domba, penggiringan opini dan yang lain," jelasnya.
Baca Juga: UPN “Veteran” Yogyakarta Sambut 6.031 Mahasiswa Baru
Menurutnya, ada cara mudah sebagai bentuk bela negara. Yakni, membuang sampah pada tempatnya.
"Sebaliknya, dengan kita buang sampah sembarangan itu sudah tidak mencerminkan semangat Pancasila maupun Bela Negara," katanya di hadapan mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta, Senin (11/8).
Sebagai staf khusus di bidang komunikasi sosial dan publik, pihaknya ikut menyoroti terkait informasi di media sosial saat ini. Karena menurutnya, saat ini isi media sosial penuh dengan hoax. Penggiringan opini dan fitnah.
"Itu lawan kita sekarang. Gimana mau bela negara, kalau isinya seperti itu?" tegasnya.
Saat ini generasi muda Indonesia juga banyak dicuci otak oleh hal-hal yang tidak masuk akal. Contoh nyatanya adalah sinetron. Dimana sharing dan rating tertinggi dengan penontonnya mencapai 70 persen itu temanya azab.
"Saya pernah meluangkan waktu untuk menonton sebuah sinetron bertema azab tersebut. Bagaimana media bisa membodohi kita. Jangankan bela negara. Bela logika saja tidak bisa. Dan itu tontonan sehari-hari," tegasnya.
Baca Juga: Cicit Pencipta Lagu 'Bintang Kecil' Ini Harumkan Nama UPN Veteran Yogyakarta Lewat Suara Emasnya..
Untuk itu Deddy Corbuzier tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Jika media sosial isinya penuh dengan hoax, penggiringan opini dan fitnah.
Dan itu kebanyakan masuknya lewat insta story. Isinya penuh dengan kegalauan.
"Bagaimana mau bela negara kalau masih galau? Ada masalah berdoa lewat insta story. Kita juga banyak diadu domba lewat Tik Tok, X dan yang lain," ungkapnya.
Tak hanya itu, Deddy juga mengungkapkan jika generasi muda saat ini banyak dicuci otaknya lewat filter AI. Sosial media saat ini banyak membuat mental penggunanya lemah.
Hal lain yang cukup membuat miris adalah, ketika mengetik nama publik figur di internet. Maka yang muncul pertama kali adalah agamanya apa.
Padahal sebagai negara Pancasila, Indonesia mengakui enam agama. Suatu hal yang seharusnya menjadi kekuatan, justru jadi pemecah belah bangsa. Dan menurutnya, Indonesia itu negara yang paling mudah dipecah belah.
"Menurut RA Kartini. Agama bisa menjauhkan dari dosa. Tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama? Itu baru 1 aspek," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









