UGM Sukses Kembangkan Padi Gamagora untuk Sawah Tadah Hujan, Diklaim Hasilkan 9,7 Ton per Hektare

Akurat.co,Jogja-UGM berhasil mengembangkan varietas padi Gamagora 7, yang dikhususkan untuk mengatasi produktivitas di sawah tadah hujan.
Varietas ini diklaim memiliki produktivitas hingga 9,7 ton gabah kering giling per hektar dan dirancang adaptif terhadap kondisi lahan tadah hujan.
Guru Besar Fakultas Pertanian UGM sekaligus inovator di balik pengembangan tanaman padi Gamagora 7, Prof. Taryono menjelaskan bahwa varietas tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan pertanian di lahan tadah hujan melalui produktivitas tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kandungan gizi yang lebih baik.
Ia menjelaskan, dari puluhan galur yang dikembangkan tim peneliti UGM, hanya Gamagora 7 yang sejauh ini memperoleh izin komersialisasi dari pemerintah.
Baca Juga: Ponpes di Bantul Budidaya Melon Hasil Riset UGM, 1.300 Buah Dihasilkan dalam Sekali Panen
Meski secara administratif dilepas sebagai padi sawah, Taryono menyebut Gamagora 7 sebenarnya diperkenalkan sebagai padi tadah hujan.
“Gamagora 7 memenuhi syarat untuk dilepas sebagai padi sawah karena produktivitas dan ketahanannya,” jelasnya.
Uji coba di Penajam Paser Utara
Saat ini pada tersebut sedang dalam tahap uji coba. Uji coba difasilitasi Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurut Taryono, potensi Gamagora 7 untuk mendukung kemandirian pangan nasional cukup besar karena Indonesia memiliki lahan tadah hujan yang luas.
Namun, tantangan utama saat ini adalah keterbatasan benih serta dukungan pendanaan bagi pengembangan varietas lanjutan.
“Saya optimistis bahwa sebenarnya Gamagora 7 dapat mendukung kemandirian pangan nasional,” tuturnya dikutip dari laman resmi UGM, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Kisah Djoko Slamet Peneliti BRIN, Usia 68 Tahun Selesaikan Gelar S2 Teknik Fisika UGM
Sementara itu, Ketua KAGAMA Kalimantan Timur, Lalu Faudzul Idhi, menyebut bahwa uji coba padi Gamagora 7 yang terselenggara di Penajam Paser Utara dilakukan sebagai wujud nyata KAGAMA dalam menghubungkan inovasi hasil riset kampus dengan kebutuhan nyata petani.
Dalam hal ini, KAGAMA berperan sebagai “penghubung industri” yang menguji apakah inovasi dari UGM layak diterapkan secara nyata di lapangan. “
KAGAMA sebetulnya adalah industri dari UGM yang menguji produk-produk UGM sebelum dilakukan hilirisasi,” terangnya.
Idhi menyebut, Kalimantan Timur dipilih karena memiliki tantangan pertanian yang kompleks, mulai dari pola iklim tropis yang tidak menentu hingga kondisi tanah yang miskin akan unsur hara.
Karakteristik tersebut menurutnya cocok untuk menguji kemampuan adaptasi Gamagora 7 yang diklaim mampu tumbuh di lahan basah maupun tadah hujan.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Bahaya Pelemahan Rupiah terhadap Dolar, Beri Dampak Langsung ke Masyarakat
“Kondisi iklim seperti itu yang membuat kami tertantang untuk mencoba apakah Gamagora 7 ini bisa ditanam,” tuturnya.
Data hasil uji coba nantinya akan menjadi umpan balik penting bagi UGM untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan pengembangan Gamagora 7 sebelum diperluas ke daerah lain di Kaltim, seperti di Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.
“Harapan kami tentu ini bisa berhasil, sehingga nanti dapat diperluas ke daerah-daerah lain di Kalimantan Timur,” pungkas Idhi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi




