11.099 Mahasiswa Baru UGM Ikuti PIONIR 2026

Akurat.co, Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026.
Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung di Lapangan Pancasila UGM, Senin (03/08/2026).
Total ada 11.099 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang mengusung tema ‘Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa’ sebagai langkah awal mengenali kehidupan kampus, membangun karakter dan menginternalisasikan nilai-nilai ke-UGM-an.
Rektor UGM, Prof Ova Emilia menyampaikan, masa awal perkuliahan merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi insan yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Kisah I Made Sarmita, Raih Gelar Doktor UGM dengan IPK Sempurna 4,00
“Gadjah Mada Muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengembangkan potensi diri, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan jati diri Universitas Gadjah Mada, serta memberikan kontribusi yang berdampak, baik di tingkat lokal maupun global,” katanya.
Ova menuturkan PIONIR dirancang sebagai ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus memperkuat karakter yang menjadi identitas lulusan UGM.
Ia berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi pelopor yang memiliki kepedulian, kepekaan, dan empati dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
“Melalui PIONIR, mahasiswa dibangun fondasi karakter agar menjadi pelopor dan inisiator, memiliki kepedulian, kepekaan dan empati terhadap sesama serta lingkungan,” katanya.
Baca Juga: Peneliti UGM Ungkap Pegagan dan Kencur Bisa jadi Obat Radang Saraf Mata
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sujito mengungkapkan, UGM menerima 11.099 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027.
Tersebut terdiri atas 9.154 mahasiswa Program Sarjana dan 1.945 mahasiswa Program Sarjana Terapan. Selain itu, terdapat 1.101 mahasiswa atau 9,92 persen penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), serta 54 mahasiswa asing yang mengikuti program sarjana maupun double degree.
“Mahasiswa baru tahun ini berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini kembali menunjukkan peran UGM sebagai universitas nasional yang mempertemukan keberagaman anak bangsa,” jelasnya.
Arie menjelaskan tema PIONIR tahun ini dipilih untuk mendorong mahasiswa mengukir jati diri melalui semangat berdikari, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, proses pembelajaran di UGM diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki keunggulan akademik sekaligus kepekaan sosial dalam menghadapi dinamika masyarakat.
Baca Juga: Kisah Walmer Siburian, Anak Penjual Gas Melon dan Galon asal Cileungsi Bisa Kuliah Gratis di UGM
“Melalui tema ini, kami ingin mahasiswa mulai mengenali dirinya. Memahami perannya, serta bertumbuh menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan nilai keberlanjutan, PIONIR 2026 juga menghadirkan materi Green Campus yang diimplementasikan melalui Action Plan bertema ‘Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata’.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 20 kelurahan/kalurahan, yang terdiri atas 6 kalurahan di Kabupaten Sleman dan 14 kelurahan di Kota Yogyakarta.
“Action Plan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, mengasah kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Arie berharap seluruh rangkaian PIONIR mampu menjadi awal yang baik bagi mahasiswa dalam membangun komitmen sebagai pembelajar sekaligus agen perubahan. Ia meyakini pengalaman belajar yang dipadukan dengan keterlibatan langsung di tengah masyarakat akan memperkuat karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.
Baca Juga: Muhammad Nur Arifin, Anak Penjual Keripik Pisang Dapat Kuliah Gratis di UGM
“Kami berharap mahasiswa memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjadi bagian dari agen perubahan yang mampu mewujudkan kampus yang hijau, berkelanjutan dan berdampak,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









