Keren! Dosen dan Mahasiswa FT UAJY Raih Hibah BRIN untuk Kembangkan Indeks Ekologi Perkotaan

Akurat.co, Jogja - Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Prof Prasasto Satwiko dan A Djoko Istiadji bersama dengan mahasiswa program sarjana FT Verencia Budiyono, mahasiswa program magister FT Angga Dwi Prasetyo dan alumni magister FT Israni Silvia Sujarmanto berhasil meraih hibah Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi indeks ekologi yang dapat menilai kualitas suatu perkotaan.
Sebelum mengajukan proposal dengan judul “Urban Eco Index Rules”, tim telah meriset bahwa penelitian terdahulu masih mengkaji ekologi kota secara terpisah, misalnya mengenai temperatur udara dan kualitas air.
Terdapat celah dimana belum ada indeks keseluruhan yang dapat digunakan untuk mengukur apakah ekologi perkotaan sudah baik atau belum.
Baca Juga: UAJY Gelar Jalan Sehat, Sambut Dies Natalis Ke-61
Penelitian akan berfokus pada menyatukan indeks-indeks yang sudah muncul pada klaster berbeda dan menciptakan suatu indeks yang lebih komprehensif.
Dalam prosesnya, tim sempat mengalami keraguan mengenai apakah penelitian benar-benar dapat diterapkan dan ketersediaan serta validitas data sekunder.
"Salah satu kekuatan proposal tim adalah sejalan dengan tujuan BRIN yang tidak lagi mencari riset-riset fundamental. Namun penelitian yang nyata dan bisa langsung diterapkan," kata Djoko.
Setelah memperoleh hibah, tim saat ini melakukan penyempurnaan dan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tahapan penelitian selanjutnya meliputi studi literatur untuk memperkuat metodologi, pengembangan alat pendeteksi berbasis citra satelit, serta survei lapangan untuk memvalidasi hasil penelitian.
Baca Juga: UAJY Sambut 2.220 Mahasiswa Baru di PKKMB 2026/2027
Di tahun pertama, penelitian akan menyasar tiga kota besar. Jakarta, Bandung dan Semarang.
"Ujung akhirnya diharapkan paling tidak sudah ketemu formula untuk menghitung indeksnya. Nanti di tahun kedua, kita proses pada validasi tadi, bahwa formula yang kita buat ini sudah valid dan bisa ditetapkan, dan diuji lagi dengan dua kota, Kota Yogyakarta dan Kota Surabaya,” ujar Djoko.
Prof Prasasto mendorong Sivitas Akademika UAJY yang tertarik mengajukan pendanaan penelitian untuk tidak berhenti mencoba meskipun proposal yang diajukan belum berhasil mendapatkan hibah.
“Dapat atau tidak, ya tergantung mereka dengan banyak pertimbangan. Jangan lelah untuk mencoba, mencoba, mencoba,” tuturnya.
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat menghasilkan riset yang berdampak bagi pengembangan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan layak huni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









