Rayakan Ultah ke-96 PSIM, Brajamusti dan The Maident Gelar Acara Sederhana Tanpa Konvoi

Akurat.co,Jogja-Dua kelompok suporter besar PSIM, Brajamusti dan The Maident menggelar kegiatan sederhana memperingati ultah ke-96 Laskar Mataram.
Ultah ke-96 PSIM kebetulan bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kedua kelompok sepakat merayakan ultah secara sederhana dan menghindari konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, mengimbau anggota suporter untuk merayakannya dengan kegiatan positif dan menghindari konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum di Yogyakarta.
Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel Ungkap Kunci Kemenangan atas Malut United
“Kami meminta laskar Brajamusti merayakan dengan hal-hal positif seperti doa bersama atau bakti sosial di basecamp masing-masing,” ujarnya dilansir dari laman resmi PSIM.33
Burhanuddin juga merefleksikan perjalanan panjang PSIM yang telah ditemani basis suporter setia, dari titik terendah hingga kini bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Musim ini adalah awal dari penantian dan perjuangan selama 18 tahun di kasta kedua,” katanya, seraya berharap PSIM tetap menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
Harapan The Maident untuk PSIM Jogja
Ketua Umum The Maident, Rendy Agung Prasetya, mengawali dengan menyampaikan salam hormat kepada seluruh pecinta Laskar Mataram.
Menyambut ulang tahun PSIM Jogja ke-96, ia mengajak anggota Mataram Independent untuk merayakannya secara sederhana di wilayah masing-masing.
Rendy menyadari bahwa 96 tahun bukanlah usia muda. Perjalanan panjang tim ini telah diwarnai beragam cerita, baik suka maupun duka.
“Ada momen kita tertawa, terharu, dan bangga menikmati indahnya setiap kemenangan,” ujarnya.
The Maident turut berbangga, karena PSIM tidak hanya pantas promosi ke kasta tertinggi, tetapi juga berhasil menjadi juara Liga 2.
Baca Juga: Main di Gelora Kie Raha Ternate, PSIM Tetap Bidik 3 Poin
Dengan rendah hati, Rendy mengakui bahwa sebagai suporter, mereka masih terus belajar untuk lebih dewasa dalam menyikapi setiap hasil pertandingan.
“Mungkin kami pernah membuatmu kecewa karena belum sepenuhnya menjadi pribadi yang sportif, bermental pemenang, dan konsisten menjaga kedamaian,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









