Ketum PSSI Erick Thohir Sayangkan Kondisi Mandala Krida, Stadion Bagus Tak Punya Lampu

Akurat.co,Jogja-Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyayangkan kondisi Stadion Mandala Krida Yogyakarta.
Fasilitas stadion yang mumpuni semestinya bisa menjadi markas utama PSIM Jogja.
Tapi karena kasus hukum, stadion belum bisa dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Kembali Gagal Meraih Poin Penuh, PSIM Kena Kutukan Stadion Sultan Agung?
“Sayang karena stadionnya bagus,” kata Erick kepada awak media usai menyaksikan semifinal Liga 4 Nasional antara Pasuruan United melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandala Krida, Rabu (8/7).
Menurut Erick, pemerintah pusat mulai berkomunikasi dengan Pemda DIY untuk mencari solusi atas persoalan yang masih berkaitan dengan KPK, sehingga pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan.
“Tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah, nanti ada beberapa isu dengan KPK agar kita tahu seperti apa solusinya. Sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi,” ujarnya.
Erick menegaskan kepastian hukum menjadi syarat sebelum pemerintah dapat mengalokasikan investasi baru, termasuk untuk melengkapi fasilitas stadion seperti lampu.
“Kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain, paling tidak dasar hukumnya ada. Karena ini sebelumnya ada kasus. Tentu kami dari pemerintah pusat nanti coba menjembatani antara keterlibatan daerah dan KPK,” katanya.
Apresiasi untuk penyelenggaraan kompetisi Liga 4
Di sisi lain, Erick memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kompetisi dan menyoroti pentingnya pembinaan di level amatir.
"Pertandingan bagus, saya mengucapkan selamat kepada PSSI Provinsi untuk Jogja yang bisa menggelar event besar.
Ini sudah babak semifinal dan nanti sudah finalnya. Mudah-mudahan ini bagian dari bagaimana kita mulai membangun persepakbolaan amatir," ujar Erick Thohir.
Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya kompetisi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi untuk menjaring talenta-talenta muda.
"Tadi saya cek umurnya ada yang 19, 20, dan 21 tahun. Ini yang harus kita jaga.
Bagaimana ada Liga 1 dan Liga 2 yang profesional, tetapi tim-tim amatir juga harus dibentuk," ungkapnya.
Baca Juga: Lampu Penuhi Standar, PSIM Siap Gelar Laga Malam Hari di Stadion Sultan Agung
Ke depannya, kata Erick, pihaknya akan fokus di kompetisi kota dan provinsi, supaya penontonnya ramai dan persaingannya maksimal.
"Sehingga nanti bisa dipantau oleh liga lain maupun tim nasional kelompok umur yang mumpuni," tambahnya.
Dengan hasil ini, partai puncak Liga 4 Piala Presiden 2026 akan mempertemukan Pesik Kuningan dan Pasuruan United pada 11 Juli yang lokasinya masih akan ditentukan.
Kedua tim akan memperebutkan gelar juara nasional setelah sama-sama menunjukkan mental juara dan ketangguhan di babak semifinal.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam







