5 Fakta Menarik Pelatih Sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo, Pria Solo yang Pernah di Tim U-19 Indonesia

Akurat.co,Jogja-Sepeninggal Jean-Paul Van Gastel, PSIM memercayakan kursi kepelatihan sementara kepada Guntur Cahyo Utomo.
Guntur dipercaya menangani PSIM sementara waktu sampai pada penunjukan pelatih resmi.
Baca Juga: Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
Bagi yang belum begitu mengenal sosok Guntur, berikut sejumlah fakta menarik tentangnya:
1. Pria kelahiran Surakarta
Guntur lahir di Surakarta atau Solo pada 19 September 1980. Usianya saat ini 40 tahun.
Selama ini kariernya banyak diisi di tim junior dan pengembangan akademi.
2. Sempat tangani tim U-19 Indonesia
Guntur sempat menjadi asisten pelatih di tim U-19 Indonesia. Kariernya di tim U-19 Indonesia terjadi pada 2012/2013 dan 2017/2018.
3. Pemegang lisensi A AFC
Guntur Cahyo adalah pelatih dengan Lisensi A AFC. Pelatih pemegang lisensi ini sebenarnya bisa menjadi pelatih kepala tim Liga 1 seperti PSIM.
Guntur pun memiliki syarat untuk menakhodai PSIM di BRI Super League.
4. Asisten pelatih Van Gastel
Guntur sebelumnya merupakan asisten pelatih Jean-Paul Van Gastel di PSIM.
Sebelum menjadi asisten pelatih di PSIM, Guntur pernah menjadi direktur teknis, asisten, dan pelatih interim di Nusantara United.
Guntur juga tercatat pernah menjadi asisten pelatih PSS Sleman pada musim 2021/2022.
Ia juga pernah menjabat sebagai Football Academy Manager I League, badan liga sepak bola nasional.
5. Yuliana Tasno nilai keputusannya benar
Saat mengumumkan memecat Van Gastel dan menunjuk Guntur, Bos PSIM, Yuliana Tasno mengatakan, keputusan tegas tersebut diambil tidak hanya karena adanya tekanan dari suporter yang kecewa dengan performa PSIM, namun juga diambil berdasarkan penilaiannya mengenai hal yang terbaik bagi PSIM.
“Yang pasti, pada prinsipnya adalah saya melakukan apa yang benar untuk PSIM,” dia menegaskan.
Dari lima laga yang sudah dijalani PSIM, perfoma Ze Valente dkk memang belumlah bisa membuat stakeholder PSIM tersenyum.
Pasalnya PSIM hanya mampu mencetak tiga gol dan sudah kebobolan sebanyak 10 kali.
Bahkan pada dua kekalahan terakhir di laga home, PSIM kebobolan enam gol dan hanya mampu mencetak satu gol saja.
Baca Juga: Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam
Pada papan klasemen sementara, PSIM kini ada di peringkat ke-16 dari 18 tim dengan baru mengoleksi satu poin saja.
Mampukah Guntur mengangkat performa PSIM? Jawabannya akan tampak saat ia memimpin Laskar Mataram menghadapi tuan rumah, Bhayangkara FC, Selasa (20/10).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 35 Fakta Menarik Pelatih Sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo, Pria Solo yang Pernah di Tim U-19 Indonesia
- 4Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Sleman Anggarkan Rp 30 Miliar untuk Wujudkan 'Sleman Dalane Padang'
- 7Mahasiswa FH UAJY Raih Juara 2 National Legal Opinion Competition 2026
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Bea Cukai Jogja Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Emas 24 Karat Ilegal di Bandara YIA, Rugikan Negara Rp1,6 M
- 10Hari Pangan Sedunia 2026: Sleman Pacu Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Modern







