Jogja

Hari Pangan Sedunia 2026: Sleman Pacu Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Modern

Atiek Widyastuti | 19 Oktober 2026, 14:35 WIB
Hari Pangan Sedunia 2026: Sleman Pacu Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Modern
Sekretaris DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto. - Akurat.co/Atiek Widyastuti

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi teknologi pertanian modern, diversifikasi pangan lokal, serta perlindungan hukum bagi para petani.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Sleman mengambil tema "Innovate Today. Nourish Tomorrow." (Berinovasi Hari Ini. Menumbuhkan Masa Depan).
Puncak peringatan akan digelar di Halaman kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Rabu 21 Oktober 2026.

Sekretaris DP3 Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, tema tersebut bukan sekedar slogan. Melainkan pengakuan bahwa sistem agropangan dunia memerlukan transformasi mendasar. "Dari cara kita menanam, mengolah, hingga mengonsumsi pangan," ungkapnya, Senin (19/10/2026).

Rofiq mengungkapkan, Kabupaten Sleman menjadi contoh bagaimana tema global diterjemahkan menjadi aksi lokal. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, Sleman menghadapi tantangan ketersediaan pangan.

Baca Juga: DP3 Sleman Catat 28 Ribu Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H

Dimana produksi beras Sleman Tahun Tahun 2024 sekitar 60.200,79 ton dan di Tahun 2025 meningkat menjadi sekitar 63.786 ton3. Sedangkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten Sleman pada tahun 2025 tercatat sebesar 85,50.

"Menempatkan Kabupaten Sleman menjadi yang terbaik di Pulau
Jawa dan peringkat 7 nasional Ini menunjukkan pasokan pangan kita stabil, akses fisik dan ekonomi masyarakat terjaga, serta pola konsumsi makin beragam dan aman," katanya.

Salah satu bentuk modernisasi yang diterapkan Pemkab Sleman adalah program Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kapanewon Seyegan sebagai kawasan percontohan pertanian presisi.

Metode ini memadukan teknologi, mekanisasi dan pengelolaan presisi dari pengolahan lahan hingga panen, dengan penataan jarak tanam yang optimal untuk meningkatkan populasi tanaman secara signifikan hingga di atas 9 ton gabah kering panen per hektare 4.

Baca Juga: Kelompok Tani Jogja Sukses Tanam Padi di Galon Bekas, Inspirasi Pertanian di Perkotaan

Selain sektor produksi, Sleman juga memperkuat ketahanan pangan berbasis data melalui penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) guna memitigasi risiko kerentanan pangan di tiap kapanewon.

Pada puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia Kabupaten Sleman 2026, akan dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga pelaku usaha tani ini diisi dengan berbagai agenda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.