Penghapusan BPHTB dan PBG Jadi Pendorong Program 3 Juta Rumah

Akurat.co,Jogja-Presiden Prabowo Subianto menyaksikan seremoni akad massal 26.000 unit kredit pemilikan rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada Senin (29/9) di Bogor.
Prabowo mengatakan, program KPR FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), merupakan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.
Kepemilikan atas rumah layak huni merupakan kebutuhan fundamental masyarakat bagi MBR yang selama ini dinilai sulit mengakses perumahan.
"Perumahan selain memenuhi kebutuhan penting bagi rakyat, terutama yang MBR. (Perumahan) juga merupakan motor dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi," kata Prabowo.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, kesuksesan Program 3 Juta Rumah tidak lepas dari peran penting Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Baca Juga: M Badly Ayatullah Raih Podium di IATC Motegi
Menurut Ara, Mendagri Tito berperan besar dalam mendorong penghapusan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Saat ini, kebijakan tersebut telah berlaku di sekitar 93 persen kabupaten/kota di Indonesia.
Selain itu, Tito juga turut mendorong pembebasan biaya Perizinan Bangunan Gedung (PBG).
“Saya sampaikan terima kasih kepada Mendagri Tito Karnavian karena telah membantu pembebasan BPHTB dan PBG. Ini peran penting Pak Tito,” kata Ara.
Ara menambahkan, Program 3 Juta Rumah merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga.
Ia juga menyoroti peran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terus menambah alokasi anggaran untuk program perumahan rakyat.
“Contohnya, anggaran untuk rumah tidak layak huni tahun ini naik signifikan dari 45.000 unit menjadi 400.000 unit, atau meningkat hampir delapan kali lipat. Itu bukti keberpihakan pemerintah,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah telah menaikkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit pada tahun anggaran 2025.
Melalui FLPP, masyarakat berpenghasilan rendah bisa membeli rumah pertama dengan pembiayaan yang lebih ringan.
Secara operasional, pembiayaan FLPP menggunakan skema blended-finance, yakni 75% dari pemerintah melalui BP Tapera dan 25% dari kontribusi perbankan serta lembaga pendukung seperti PT SMF.
Skema ini dirancang agar pendanaan lebih optimal, tetap terjangkau bagi MBR, dan mendukung percepatan target Program 3 Juta Rumah.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Penangkapan Paul, Aktivis Asal Jogja
Ara juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas realisasi program di samping penyerapan anggaran.
“Jangan hanya mengejar penyerapan tinggi, tapi juga harus berkualitas. Kalau penyerapan besar tapi ada penyalahgunaan, itu bisa berujung pada korupsi,” tegasnya.
Program 3 Juta Rumah sendiri menjadi prioritas pemerintah dalam menyediakan hunian layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia, khususnya MBR.
Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program ini juga ditopang penuh oleh peran strategis Kemendagri yang memastikan pemerintah daerah mendukung kebijakan perumahan melalui penghapusan BPHTB, pembebasan biaya PBG, serta penguatan regulasi di tingkat daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





