Pelatihan Pengolahan Susu Kambing, PLN DIY Dorong Pemberdayaan Perempuan Wilayah Sleman

Akurat.co,Jogja-Srikandi PLN melalui program Women Support Women menggelar pelatihan pengolahan susu kambing menjadi kerupuk susu bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun Makmur di Girikerto, Sleman, Yogyakarta, Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Srikandi PLN dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan serta potensi ekonomi kelompok perempuan di masyarakat.
Pelatihan dihadiri Perwakilan Srikandi PLN UID Yogyakarta, serta anggota KWT Rukun Makmur.
Baca Juga: PLN Mobile dan Naven Hadirkan Padel Series 2026 dengan Total Hadiah hingga Rp1 Miliar di Yogyakarta
Kegiatan menghadirkan Sukristyowati sebagai narasumber yang memberikan pendampingan langsung mengenai proses pembuatan kerupuk susu, mulai dari pengolahan bahan dan bumbu, pembuatan adonan, pencetakan, hingga proses pengeringan dan penggorengan.
Sukristyowati menjelaskan bahwa pengembangan kerupuk susu kambing berawal dari pemanfaatan produksi susu kambing yang cukup melimpah.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi peluang bagi kelompok untuk mengolah susu menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka potensi sumber pendapatan.
“Awalnya kami melihat susu kambing yang cukup banyak dan berpikir bagaimana susu tersebut dapat diolah menjadi kerupuk yang baik.
Kami mulai dari membuat dalam jumlah sedikit, kemudian dikembangkan bersama kelompok agar nantinya dapat memberikan penghasilan,” ujar Sukristyowati.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai bahan dan bumbu, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan kerupuk susu secara langsung.
Proses dimulai dari pembuatan adonan, pencetakan, pengukusan, pemotongan, pengeringan, hingga penggorengan.
Salah satu peserta pelatihan, Sri Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi dirinya maupun anggota KWT.
Menurutnya, praktik secara langsung membuat peserta lebih memahami tahapan pengolahan susu kambing hingga menjadi kerupuk yang siap dikonsumsi.
"Kami jadi mengetahui proses pembuatan kerupuk susu dari awal, mulai dari adonan dan bumbu, kemudian dicetak dan dijemur hingga kering sebelum digoreng.
Kalau tidak mengikuti pelatihan ini, kami mungkin tidak tahu bagaimana proses dan hasilnya,” ungkap Sri Rahayu.
Ketua KWT Rukun Makmur, Sri Surnati menyampaikan apresiasi kepada Srikandi PLN atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota KWT untuk mengembangkan keterampilan secara mandiri sekaligus membantu perekonomian keluarga.
“Terima kasih kepada Srikandi PLN atas bantuannya. Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar mengolah susu kambing menjadi kerupuk sehingga kami dapat semakin mandiri dan sejahtera,” tutur Sri Surnati.
Ketua Srikandi PLN UID Yogyakarta, Ririn Harwati menyampaikan bahwa Program Women Support Women merupakan salah satu rangkaian kegiatan Srikandi PLN yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.
Melalui program tersebut, Srikandi PLN berupaya membuka ruang bagi perempuan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, serta menciptakan peluang yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan perekonomian keluarga.
"Pengolahan susu kambing menjadi kerupuk susu bersama KWT Rukun Makmur saat ini masih berada pada tahap pengembangan produk.
Ke depan, pendampingan akan terus kami lanjutkan melalui pelatihan pengemasan dan branding produk," terang Rini.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program Women Support Women, Srikandi PLN hadir untuk mendukung perempuan agar dapat mengembangkan keterampilan dan potensi usaha yang dimiliki.
“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga turut mendorong terciptanya kemandirian dan kesejahteraan melalui berbagai program pemberdayaan.
Baca Juga: PLN DIY Raih Penghargaan Corporate Marketing Awards di Ajang Jogja Marketing Festival 2026
Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi anggota KWT Rukun Makmur untuk mengembangkan produk bernilai tambah yang berkelanjutan,” tutup Deri.
Srikandi PLN juga merencanakan kegiatan peresmian sekaligus pelatihan packaging pada 24 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian program women support women PLN UID Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









