Kembang Api Perdamaian Dari Sakuranesia Jepang Siap Dilontarkan Di Langit Sleman

Akurat.co, Jogja - Yayasan Sakuranesia Society akan memberikan pertunjukkan kembang api perdamaian di Kabupaten Sleman, Sabtu 23 Agustus 2025 mendatang.
Diberi nama Heiwa Hanabi atau Kembang Api Perdamaian ini menjadi bagian dalam event Sleman Cultural Festival (SCF) yang digelar Pemkab Sleman.
Kembang Api Perdamaian di Indonesia ini adalah usulan dari Foundation Heiwa Matsuri Founder Mayu Ogawa, serta Mirai Gift Founder, Masanari Aso dan Yudai Ishikawa.
Selama ini Yayasan Sakuranesia Society telah berperan sebagai jembatan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.
Baca Juga: Sleman Culture Festival, Hasil Kolaborasi Pemerintah dengan Sakuranesia Jepang
"Dan kali ini digelar untuk menyambut 60 tamu dari Jepang," kata Founder Yayasan Sakuranesia Society, Tomomi Sakura Ijuin, Kamis (21/08/2025).
Selama di Sleman, tamu dari Jepang ini melakukan tiga kegiatan utama.
Pertama, program pertukaran budaya dengan anak-anak di Pesantren Annasyath.
Kedua, memberikan hadiah kembang api harapan kepada anak-anak Indonesia.
Ketiga, menikmati pesona Yogyakarta secara menyeluruh
"Selain itu, kami juga akan menyerahkan satu set lengkap alat musik marching band beserta kostumnya, serta mendukung program pelatihan secara berkelanjutan selama satu tahun penuh bagi anak-anak," katanya.
Baca Juga: Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang
"Puncak dari Heiwa Hanabi, ketika doa dan harapan dituangkan dalam kembang api. Beserta mimpi anak-anak yang membumbung tinggi ke langit malam," katanya.
Bahan peledak yang dahulu menjadi simbol perang kini diubah menjadi kembang api, sebuah simbol perdamaian.
"Melalui perayaan cahaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia, Jepang, dan seluruh dunia dapat terus menenun ikatan persahabatan dan perdamaian," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







