Jogja

Gubug Watu Adeg Mangunan Jogja, Healing sekaligus Kulineran dengan Panorama Lembah Hijau yang Bikin Sejuk

Tegar Wahyudi | 6 Juni 2026, 12:02 WIB
Gubug Watu Adeg Mangunan Jogja, Healing sekaligus Kulineran dengan Panorama Lembah Hijau yang Bikin Sejuk
Suasana Gubug Watu Adeg, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. (foto: Google/dok.Rizki Kurnia)

Akurat.co,Jogja-Lagi jenuh suasana kota? Sejenak arahkan kompas menuju selatan. Ke Bantul.

Tepatnya ke Gubug Watu Adeg Mangunan. Di sini, kamu bisa kulineran sambil healing sekaligus dengan panorama lembah hijau yang memanjakan mata.

Banyak pengunjung yang sudah merasakan sensasi makan di sini.

Pengunjung akan disuguhi tempat makan berupa saung-saung sederhana yang menghadap langsung ke area sungai dan pepohonan.

Baca Juga: Pantai Ngetun, Hidden Gems, Cocok untuk Healing Tanpa Keramaian

Konsep ini menciptakan suasana yang santai dan nyaman.

Salah satu ciri khas Gubuk Watu Adeg adalah lokasinya yang berada di dekat aliran sungai berbatu. Suara gemericik air memberikan efek relaksasi alami.

Selain itu, kesan alami khas suasana perdesaan membuat pengunjung betah berlama-lama.

Menu andalan ikan wader

Salah satu menu andalan di sini adalah ikan wadernya. Tapi bukan berarti menu yang lain tak enak.

Ayam penyetnya, pecelnya, bakwan, ayam kampung goreng dan bakar, lele goreng dan bakar, sampai lodeh, tumis tradisionalnya enak.

Selain enak, harga menu gubuk Watu Adeg relatif ramah di kantong, cocok untuk semua kalangan.

Makanannya sederhana tapi nikmat luar biasa karena disajikan di atas daun jati.

Saya pesan nasi dengan lauk ikan wader goreng yang renyah, tempe tepung, dan sambal yang pedasnya pas," kata salah satu pengunjung, Binar Atmaja dikutip dari Google review.

Ia sendiri merekomendasikan pengunjung memesan teh hangat gula batu untul menu minumannya.

"Rasanya makin syahdu diminum sambil lihat pemandangan," akunya.

Baca Juga: Pantai Watu Lumbung, Pantai Hidden Gem yang Bikin Healing Berkesan

Buka dari jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 wib, Gubuk Watu Adeg berlokasi atau searah dengan Hutan Pinus Mangunan atau Kebun Buah Mangunan.

Bagi pengguna mobil, mobil bisa diparkir dengan jarak sekitar 200-an meter dari lokasi.

Tempatnya turun dengan akses hanya jalan kecil curam yang bisa dilalui dengan berjalan kaki atau motor. Ada juga jasa ojek.

Jadi, kapan mau berangkat kulineran?(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.