Jogja

Pesona Alam Tepi Sungai Taman Hutan Raya Bunder Gunungkidul, Healing sekaligus Menyepi dari Keriuhan Kota

Haris Ma'ani | 18 Juli 2026, 09:30 WIB
Pesona Alam Tepi Sungai Taman Hutan Raya Bunder Gunungkidul, Healing sekaligus Menyepi dari Keriuhan Kota
Tahura Bunder, wisata alam di Gunungkidul, Yogyakarta. (foto: GPS Wisata Indonesiai)

Akurat.co,Jogja- Wisata alam di Yogyakarta memang selalu memunculkan pesona.

Saat ini, tengah ramai diperbincangkan pesona alam tepi sungai Taman Hutan Raya atau Tahura Bunder, Gunungkidul.

Di tempat ini, kamu bisa menikmati sejuknya alam, healing sejenak dari hiruk pikuknya keramaian kota.

Tempat wisata alam ini pas untuk jalan-jalan pagi, jogging dan lainnya.

Hawanya adem, sejuk dengan pemandangan hijau. Pepohonan besar dan tanaman kayu putih menjadi pemandangan yang bisa dijumpai.

Baca Juga: Rekomendasi Rute One Day Trip Paling Magis di Sleman, Sunrise di Watu Purbo, Berakhir di Suasana Hutan nan Tenang

Gemericik air dari Kali Oyo juga bisa kamu nikmati. Lokasinya yang berdekatan dengan pabrik kayu putih menambah pengalaman berharga lainnya.

Sempat ditutup karena Covid

Wisata hutan ini sempat ditutup saat Covid-19 menghantam Indonesia.

Kini, Hutan Bunder kembali dibuka. Pesona alamnya mengundang antusiasme masyarakat. Media sosial dipenuhi dengan foto-foto alam Bunder.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengelola menerapkan tarif Rp5.000 per pengunjung.

Sedangkan retribusi kendaraan dipatok mulai Rp1.000 untuk sepeda motor hingga Rp10.000 untuk armada bus.

Kepala Balai Tahura Bunder, Much. Alex Zuabedi, sangat mengapresiasi minat warga yang ingin berkunjung.

Ia berharap keberaan Hutan Bunder dapat menjadi opsi tambahan wisata alam lain di Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini, Alex sekaligus juga meluruskan adanya informasi keliru tentang tempat wisata ini yang disebutkan gratis.

Alex mengatakan bahwa tiket yang dibayarkan bukan sekadar biaya masuk, melainkan wujud partisipasi warga dalam menikmati hutan yang alami (forest-based experience).

"Setiap tiket yang dibeli adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan, menjaga kelestarian hutan, perlindungan satwa, serta pelayanan kepada pengunjung," ungkapnya

Tentang taman hutan raya Bunder

Kawasan ini sejatinya memiliki sejarah panjang, bermula dari Hutan Produksi di bawah pengelolaan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Yogyakarta.

Statusnya kemudian resmi berubah menjadi Taman Hutan Raya lewat Keputusan Menteri Kehutanan pada 2004, yang dipertegas luasannya menjadi 634,10 hektare pada 2014.

Baca Juga: Hutan Pinus Pengger, Spot Ngadem dengan Panorama yang Cantik

Kelembagaan kawasan ini makin menguat setelah ditetapkannya sebagai wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) seluas 771,32 hektare pada 2019.

Pengelolaannya kini dipegang sepenuhnya oleh Balai Tahura Bunder di bawah DLHK DIY dengan mandat pelestarian ekosistem.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.