Sleman Punya 8 Warisan Budaya Tak Benda, dari Kuliner hingga Mitos Gunung Merapi

Akurat.co, Jogja-Kabupaten Sleman memiliki delapan Warisan Budaya Takbenda (WBtb). Warisan terdiri dari kuliner, kesenian, hingga mitos.
Sebanyak delapan karya budaya asli Sleman resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025.
Dengan perolehan ini, Sleman menjadi kabupaten dengan jumlah WBTb terbanyak se-DIY tahun ini.
Baca Juga: Tahu Bacem Kidul Beteng: Kuliner Favorit Peziarah Makam Raja-Raja
Mengungguli Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (5 WBTb), Kota Yogyakarta (6 WBTb), Kabupaten Bantul (5 WBTb), Kabupaten Kulonprogo (4 WBTb), dan Kabupaten Gunungkidul (4 WBTb).
Lalu apa saja WBtb yang dimiliki Sleman?
1. Jathilan lancur
Kesenian ini berkembang di daerah Sleman. Salah satu cirinya adalah pada kostum sederhana. Seperti jarik, baju putih, celana tari, sampai aksesori.
Aksesori biasanya berupa sampur, stagen, kamus, dan kuluk berhias bulu ayam atau lancur.
2. Mitos Gunung Merapi
Berbagai kepercayaan atau mitos seputar Gunung Merapi dipercaya warga setempat dan sudah menjadi tradisi turun temurun.
Di antara mitos yang berkembang di antaranya, dilarang membawa daging sapi, tidak bicara kasar, dilarang merusak alam, dan mitos tentang Keraton Merapi.
3. Tambak Kali
Ini adalah upacara adat yang digelar di Gendingan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Tujuannya untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan penghormatan kepada leluhur.
Rangkaian acara meliputi kirab budaya, pengajian akbar, yang biasanya dipusatkan di Makam Adipati Jayadiningrat.
Baca Juga: Seru-Seruan Bareng Toddler di The Nice Playground Yogyakarta
4. Jadah Tempe
Ini adalah kuliner dari ketan dan tempe. Kuliner ini sudah sangat populer di wilayah Sleman, khususnya Kaliurang.
Makanan ini dihidangkan di berbagai acara, mulai pernikahan, selamatan, dan upacara adat.
Jadah tempe adalah simbol kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat Jawa karena dalam pembuatannya melibatkan keluarga atau komunitas.
5. Apem Wonolelo
Ini bukan sekadar kue, melainkan memiliki nilai historis yang kental. Warga Dusun Wonolelo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, mempercayai ini sebagai budaya luhur yang harus dilestarikan.
Konon kue ini digunakan Ki Ageng Wonolelo sebagai media dakwah Islam. Tradisi pembagian apem pun lestari sampai haru ini.
Baca Juga: 5 Tempat Paling Romantis di Jogja, Muda-mudi Wajib Ukir Kenangan Indah di Sini
6. Cethil
Makanan tradisional dari tepung kanji, diolah dengan warna-warni menarik, dengan taburan parutan kelapa.
Cethil dianggap sebagai salah satu kuliner yang memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual oleh warga Sleman.
7. Tempe Pondoh
Kalau ada Salak Pondoh, Sleman juga memiliki Tempe Pondoh. Makanan ini sebenarnya variasi dari jadah. Tempe ini lahir sebagai alternatif mahalnya beras ketan sebagai bahan dasar jadah.
Dipilihlah beras Jawa yang lebih murah untuk membuat Tempe Pondoh ini.
8. Ayam Kalasan
Sesuai namanya Ayam Kalasan berasal dari Pedukuhan Bendan, Kelurahan Tirtomartani, Klasan, Sleman. Awalnya hidangan ini adalah ayam ungkep biasa yang dibagikan kepada pejuang kemerdekaan.
Seiring zaman, penjualannya menambahkan inovasi kremes dan jadilah Ayam Goreng Kalasan sebagai kuliner yang kita kenal sampai hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Profil Gelandang Asing PSS Moussa Bagayoko, Pernah Main di Turki, Israel, hingga Venezuela
- 10Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan








