Jembatan Putus Akibat Banjir di Aceh Ganggu Logistik, Mendagri Perintahkan Perbaikan

Akurat.co,Jogja-Selama dua hari, Sabtu-Minggu ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung wilayah yang terdampak banjir di Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, hingga Banda Aceh.
Tito menerima laporan bahwa sejumlah jembatan di berbagai titik terputus akibat banjir, sehingga memutus akses utama masyarakat dan menghambat distribusi kebutuhan dasar.
Tito menegaskan pembangunan jembatan sementara harus menjadi prioritas.
Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah menginstruksikan jajaran TNI untuk segera melakukan pendataan kerusakan dan menyiapkan jembatan darurat di titik-titik yang terputus.
Baca Juga: Pemkab Sleman Naikkan Anggaran Beasiswa Sleman Pintar
Langkah ini dinilai mendesak agar mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan.
Menurut Tito, selama jembatan utama belum pulih, pemerintah pusat dan daerah harus memastikan pasokan logistik tetap terpenuhi, mulai dari pangan, pakaian, perlengkapan anak, hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Kami harapkan ini secepat mungkin. Tetapi kalau jembatannya belum lancar, kita harus menomorsatukan dulu logistik,” ujarnya di Lhokseumawe, Minggu (30/11/2025).
Terkait BBM, Tito menyoroti pentingnya suplai tambahan karena antrean panjang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pidie Jaya.
Penambahan stok diperlukan untuk memastikan pergerakan kendaraan bantuan dan aktivitas Seumasyarakat tetap berjalan.
Meski beberapa desa masih berupaya mempertahankan aktivitas ekonomi, Tito menegaskan akses penghubung harus segera dipulihkan agar proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung optimal.
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banyaknya kerusakan jembatan dan jalan nasional di Aceh berdampak pada terputusnya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang.
Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.
Baca Juga: Ini Penyebab Jumlah Pengrajin Kuningan di Godean Sleman Terus Menurun
Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat mengakibatkan ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus.
Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan kepala keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik.
Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus.
Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.
Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







