Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan Kesiapsiagaan Bencana di Kabupaten Sleman

Akurat.co, Jogja - Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan penanganan kebencanaan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Penyerahan dilakukan di Ruang Rapat Sembada Kantor Setda Sleman, Kamis (22/01/2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Adapun bantuan yang diberikan berasal dari Kementerian Sosial RI. Berupa buffer stock logistik senilai Rp 178.817.000. Selain itu juga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bantuan logistik dan peralatan.
Terdiri dari 100 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, 1000 lembar masker, 5 unit chain saw dan 100 buah sandbag atau geobag.
Baca Juga: Proses Pembangunan JJLS Kelok 23 di Bantul Capai 89%, Kapan Bisa Dipakai untuk Masyarakat Umum?
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengatakan, penanggulangan kebencanaan merupakan salah satu yang menjadi perhatian Komisi VIII.
"Selain menyerahkan bantuan kebencanaan, kami juga memantau kesiapansiagaan Kabupaten Sleman dalam menghadapi potensi bencana seperti. Seperti erupsi merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor dan angin puting beliung," ujarnya.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan tentang upaya kesiapsiagaan Kabupaten Sleman. Tidak semata - mata berfokus pada respons saat bencana terjadi. Namun juga menekankan pada penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadinya bencana.
Harda mencontohkan, sebanyak 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman telah ditetapkan sebagai Kalurahan Tangguh Bencana melalui bimbingan dan pendampingan Pemkab Sleman.
Baca Juga: Keren! RSIY PDHI Raih Anugerah Paramakarya dari Kemenaker RI
Hal tersebut menurutnya menjadi wujud nyata penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadi bencana.
Masyarakat didorong untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana.
"Selain itu, kami juga mengembangkan Satuan Pendidikan Aman Bencana agar kesadaran kebencanaan tertanam sejak dini, serta memperkuat peran komunitas relawan yang jumlahnya telah mencapai ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah rawan," jelas Harda.
Seiring dengan perkembangan teknologi, di Kabupaten Sleman juga sudah dikembangkan pemanfaatan sistem berbasis digital melalui aplikasi SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana) yang dikelola oleh BPBD Sleman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









