Komisi VIII DPR dan Pemda DIY Bahas Penanggulangan Bencana, Ungkap Cara Jogja Atasi Musibah

Akurat.co,Jogja-Kunjungan kerja spesifik dilakukan Komisi VIII DPR RI 2026 ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Poin utama dalam kunjungan adalah membahas penanggulangan bencana, terutama di wilayah DIY.
Hadir dalam kegiatan, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E. M.Si.
Baca Juga: Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa Terdampak Bencana selama 6 Bulan, Sultan: Jangan Sampai Kena DO
Direktur Jaminan Sosial Kemensos RI, Mardi Brilian, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, Haruman Hendarsah, segenap jajaran kepala instansi vertikal di Pemda DIY dan jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Sleman.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan bahwa Pemda DIY menguatkan penanggulangan bencana melalui pendekatan kolaboratif yang sejalan dengan prinsip Open Government Partnership (OGP), yakni keterbukaan, partisipasi publik, dan akuntabilitas.
Menurutnya, DIY telah bekerja sama dengan berbagai pihak di luar pemerintah, termasuk akademisi dan sektor swasta, dalam upaya penanggulangan bencana.
“DIY itu sudah masuk Open Government Partnership, jadi bekerja sama dengan pihak di luar government untuk bicara salah satunya berkaitan dengan penanggulangan bencana," ujarnya, Kamis (23/1/2026).
Ni Made menambahkan, Pemda DIY terus memperkuat sistem penanggulangan bencana secara terukur dan berkelanjutan melalui kerangka kebijakan yang tertata.
Komunikasi yang terjalin rapi dengan tiap perangkat desa di DIY memegang peranan penting dalam proses pemantauan dan antisipasi bencana.
“Kalau di DIY sendiri dengan 438 kalurahan dan kelurahan ini, komunikasinya cukup bagus ya. Karena punya komunitas sendiri per-daerah itu sehingga (penanganannya) bisa langsung,” tutur Ni Made.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menjelaskan bahwa kunjungan timnya ke DIY, khususnya Kabupaten Sleman, bertujuan untuk memantau secara langsung kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi masa-masa rawan bencana.
Dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi dan potensi yang beragam, DIY tetap dinilai telah siap dalam upaya penanganan dan antisipasi bencana.
“Jadi intinya kita lihat kesiapsiagaan dari Pemda DIY di Kabupaten maupun di provinsi. Alhamdulillah kita lihat tadi dari paparan sekda (DIY) maupun sekda Kabupaten Sleman berjalan dengan baik, sudah siap semuanya," ujar Singgih usai pertemuan.
Baca Juga: Ketika Anak SD di Yogyakarta Dilatih Tanggap Bencana
Terkait rencana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Bencana, Singgih menyampaikan bahwa RUU tersebut akan segera dibahas bersamaan dengan RUU terkait sektor bisnis.
Pada kegiatan yang sama. Pemda DIY menerima Bantuan Bufferstock Logistik Bencana senilai Rp1.908.216.200, sementara Kabupaten Sleman turut menerima bantuan serupa sebesar Rp178.817.000 dari Kementerian Sosial RI.
Turut diserahkan dukungan bantuan logistik dan peralatan penanganan siaga darurat bencana cuaca ekstrem dan erupsi Gunung Merapi kepada BNPB Kabupaten Sleman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





