Jogja

Sepanjang 2025, PMI Sleman Distribusikan 39.210 Kantong Darah, Ada yang Dimusnahkan Juga

Yudi Permana | 30 Januari 2026, 12:56 WIB
Sepanjang 2025, PMI Sleman Distribusikan 39.210 Kantong Darah, Ada yang Dimusnahkan Juga

Akurat.co, Jogja - Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman mencatat, selama 2025 telah mendistribusikan 39.210 kantong darah.

Pada periode yang sama, PMI Sleman juga memusnahkan 27.571 kantong darah. Mayoritas merupakan jenis plasma darah.

Plasma darah adalah cairan berwarna kekuningan yang bertugas membawa sel darah dan jadi bagian terbesar dari darah itu sendiri.

Ketua PMI Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, hal yang belum dipahami masyarakat adalah ketika donor darah. Pemahamannya, semua darah yang diambil tersebut langsung ditransfusikan.

Baca Juga: PMK Masih Ada, Kementan Gencar Lakukan Vaksinasi

Padahal tidak demikian. Dalam proses transfusi darah, harus disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Bisa dengan darah utuh, maupun komponen-komponen tertentu saja yang sudah dipisahkan.

Seperti sel darah merah dan trombosit saya. Dalam proses pemisahan ini kerap kali menyisakan plasma darah.

"Plasma tidak banyak diminta oleh rumah sakit. Padahal setiap darah yang diproses pasti ada plasmanya," katanya, Jumat (30/01/2026).

Terkait hal itu, PMI Sleman sekarang sedang fokus untuk bisa memperoleh sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Kembali Gelar Program Donor Darah, Diikuti Konsumen

Melalui sertifikat tersebut, maka plasma darah tidak lantas dibuang begitu saja. Melainkan bisa dikirim ke produsen farmasi untuk digunakan sebagai penelitian. Baik itu obat maupun vaksin.

Adanya sertifikasi CPOB ini juga jadi jaminan bahwa produk darah yang dihasilkan bermutu tinggi. Bahkan, bisa dikirim keluar negeri.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sleman tersebut menjelaskan, PMI Sleman pada tahun 2025 juga berkontribusi pada layanan Lada Manis. Layanan Darah Sleman Gratis terhadap 6.583 orang.

Ke Klinik Pratama 6.069 orang, layanan ambulan emergency dan kedaruratan 861 orang, pelayanan tim kesehatan dan ambulan non emergency 108.581 orang, layanan pendampingan masyarakat untuk pengurangan risiko bencana berupa sosialisasi dan program Satuan Pendidikan Aman Bencana kepada 4.604 orang. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.