Perkuat Politik Keumatan, DPW PKB DIY Silaturahim dan Taaruf ke PW Muhammadiyah DIY

Akurat.co, Jogja - Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY melakukan kunjungan resmi ke Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DIY, Jumat (13/02/2026).
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka perkenalan (taaruf) pengurus baru masa bakti 2026-2031. Sekaligus mempererat tali silaturahim dan audiensi lintas organisasi.
Rombongan DPW PKB DIY diterima langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah DIY, Ikhwan Ahada bersama Wakil Ketua PWM DIY, Nur Ahmad Gojali. Turut hadir jajaran Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM DIY.
PKB DIY dipimpin oleh Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, beserta Ketua Dewan Syuro Ida Fatimah dan sejumlah pengurus teras lainnya.
Baca Juga: BBPOM Yogyakarta Temukan Bahan Berbahaya Dijual Pedagang Pasar Tradisional di Sleman
Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar mengatakan, silaturahim ini merupakan agenda awal kepengurusan untuk menyerap aspirasi dari berbagai elemen bangsa. Termasuk organisasi keagamaan besar seperti Muhammadiyah.
"Kegiatan awal kepengurusan baru kami adalah taaruf dengan berbagai pihak untuk mengenalkan wajah baru pengurus, memohon doa restu, serta menjaring masukan demi memaksimalkan peran kinerja PKB lima tahun ke depan. Dukungan dan masukan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk mengabdi secara total kepada masyarakat," ujar Umaruddin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membangun sinergi yang lebih kuat. Umaruddin mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari PW Muhammadiyah DIY yang membuka ruang kolaborasi, khususnya dalam aspek politik keumatan.
Muhammadiyah berharap ke depan kita bisa bersinergi menguatkan politik keummatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pendidikan.
"PW Muhammadiyah juga mengajak kami untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan serius seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, mitigasi kenakalan remaja, pembangunan berkelanjutan, hingga pengawasan dan pembatasan peredaran miras di wilayah DIY," tambahnya.
Lebih lanjut, Umaruddin menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah mengingat kedudukan DIY sebagai miniatur dan etalase keberagaman Indonesia.
Menurutnya, inklusivitas dan produktivitas daerah hanya bisa terwujud melalui kesadaran kolaboratif dari semua pemangku kepentingan.
Pertemuan tersebut disepakati sebagai titik awal untuk bersama-sama mengawal agenda-agenda besar daerah ke depan.
"Kami berkomitmen menjadikan politik sebagai sarana pengabdian untuk kemaslahatan umat dan memastikan DIY tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









