Jika sebelumnya PKB itu identik dengan Partai Jawa, dengan spesifik Partai Jawa Timur. Sekarang tidak lagi.
"PKB mampu bertransformasi dari 'Partai Jawa' menjadi partai nasional," kata Wakil Ketua Umum PKB Hanif Dhakiri saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY yang berlangsung di Suara Muhammadiyah (SM) Tower Kota Yogyakarta, Rabu (03/11/2025).
Muswil dihadiri sejumlah perwakilan Parpol dan juga kepala daerah yang diusung PKB dalam Pilkada 2024.
Baca Juga: Pakar Transportasi UGM Sebut Becak Listrik Lebih Manusiawi dan Dukung Konsep Hijau
Berdasarkan hasil Pemilu 2024 tersebut, PKB berkomitmen untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak agar terlibat dalam proses politik.
PKB meyakini, konsolidasi internal dan interaksi dengan berbagai kalangan adalah jalan terbaik untuk memperoleh dukungan suara.
Dengan jumlah kadernya yang banyak duduk di kursi legislatif maupun kepala daerah, pihaknya berharap agar mereka bisa mendorong munculnya kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan.
Kebijakan yang memang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang tidak kondusif.
Baca Juga: akar UMY Ungkap Penyebab Banjir Sumatera yang Renggut Ratusan Korban Jiwa, Bukan Sekadar Cuaca Ekstrem
"Kita ingin memastikan agar kader-kader PKB ini pokoknya hadir di setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Termasuk hari-hari ini di mana sebagian daerah mengalami musibah bencana," ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiyanto, menyoroti komitmen partainya dalam menjalin persaudaraan dengan menggelar Muswil di gedung milik Muhammadiyah dan mengundang tokoh partai lain.
"Karena prinsip kami memperbanyak saudara, menambah suara," ujar Agus.
Muswil 2025 ini merupakan bagian dari konsolidasi, penentuan pengurus periode 2025-2030, penyusunan program kerja, dan evaluasi program lima tahun sebelumnya.
Agus menyebut keberhasilan PKB DIY antara lain peningkatan perolehan suara hingga meraih kursi di DPR RI dan DPRD. Termasuk memenangkan Pilkada di Bantul (Bupati), Sleman (Bupati) dan Kulon Progo (Wakil Bupati).