Ungkapan Warga Kota Jogja Penerima Program Bedah Rumah, Bersyukur Rumah Tak Bocor Lagi

Akurat.co,Jogja-Maryadi dan Budi Santoso adalah dua orang warga Kota Jogja yang menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Rumah keduanya sudah tak layak huni. Penggunaan atap berbahan asbes juga membawa risiko penyakit paru-paru.
Menerima bantuan perbaikan rumah, Budi mengungkap rasa syukur dan terima kasih.
Ia mengungkap, rumahnya memang rusak. Atapnya kalau hujan rembes. "Rumah saya juga terlalu pendek," katanya.
Baca Juga: Momen Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Ikutan Bedah Rumah Warga, Pastikan Pemerintah Hadir
Budi menerima bantuan senilai Rp20 juta dari Baznas Kota Jogjakarta.
Budi berharap, melalui program bedah, tempat tinggalnya dapat menjadi lebih layak untuk ditinggali bersama istri dan cucunya.
Saat ini, Budi mengaku masih menumpang tinggal di rumah saudara karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk dihuni dengan nyaman.
“Harapan saya cuma supaya cucu sama istri saya bisa tinggal di rumah yang layak, enggak seperti ini lagi,” imbuhnya.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo yang melihat langsung keadaan rumah tersebut terlihat cukup prihatin.
“Asbes tidak sehat karena debu-debunya dapat menyebabkan asbestosis dan mengganggu kesehatan paru-paru. Sesuai arahan Pak Prabowo, atap asbes akan diturunkan dan diganti dengan genteng,” katanya, Minggu (6/2/2026).
Hasto didampingi DPRD Kota Yogyakarta, Baznas Kota Yogyakarta, OPD pendamping Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan serta Forkopimtren.
Selain bantuan dari Baznas, bantuan tambahan juga disalurkan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni bantuan pribadi dari wali kota sebesar Rp2,5 juta, dinas pariwisata Rp2,5 juta, dinas pendidikan Rp2,5 juta, serta PDAM sebesar Rp2,5 juta.
Baca Juga: Pemkot Jogja Usulkan Perbaikan 260 Rumah Tak Layak Huni ke Pemerintah Pusat
Hasto menegaskan, program bedah rumah ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang terus ia dorong di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Kita ini harus bergotong royong. Semua OPD saya ajak untuk membangun RTLH di Kota Yogyakarta. Walaupun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa membantu sedikit demi sedikit,” jelas Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









