Puluhan Warga Sleman Diduga Keracunan Makanan Usai Menghadiri Undangan Pamitan Haji

Akurat.co, Jogja - Puluhan warga Getas Toragan Tlogoadi Mlati Sleman mengeluhkan sakit perut, diare dan muntah, Senin (04/05/2026).
Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai menghadiri undangan pamitan haji dari warga setempat.
Sehari sebelumnya, mereka menghadiri undangan pamitan haji oleh warga setempat di sebuah gedung pertemuan di Mlati.
Berdasarkan data dari Posko Kedaruratan yang didirikan ke kediaman Dukuh Toragan per Senin (04/05/2026) pukul 11.00 WIB ada 20 warga yang melaporkan bergejala. Satu orang berobat di Puskesmas Mlati II dan tujuh orang ke RSA UGM.
"Sedangkan jumlah undangan dalam acara tersebut, ada 250 orang. Sesuai dengan jumlah pesanan kepada pihak katering," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati.
Nayuku Bramantyo selaku anak dari tuan rumah menjelaskan, keluarganya memesan makanan 250 porsi dan dapat bonus enam kotak dari sebuah catering di Yogyakarta.
Menunya berupa nasi, ayam bakar, krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang dan lalapan timun seharga Rp 30 ribu. Untuk snack berupa lemper, pastel donat dan sus. Dia mengaku baru pertama kali memesan di tempat ini.
"Kami juga korban dan menyesal pesan di situ. Dari waktu saja tidak on time. Kami minta jam 05.30 WIB, tapi baru tiba pukul 06.30 WIB. Bentuk kardusnya juga peyot," katanya.
Baca Juga: 7 Guru SMPN 2 Mlati Ikut Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
Dari 250 undangan, yang hadir ada sekitar 130 tamu. Terdiri dari kerabat dari Sleman maupun luar kota. Untuk nasi kardus dan snack juga ada yang dibagikan ke tetangga sekitar.
Sebagai pemilik hajatan, dia juga menjadi korban. Apalagi dua mengkonsumsi dua kotak. Sudah merasakan ada keanehan rasa. Terutama krecek yang terasa kecut. Hanya saja tidak ada bau yang menyengat.
"Saya baru merasakan gejalanya pada malam hari. Sekitar pukul 22.30 WIB. Panas dan diare. Adik dan ayah saya juga ikut jadi korban," jelasnya.
Sampai saat ini pihak keluarga belum berkomunikasi dengan katering. Karena informasi yang mereka dapat, akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan puskesmas dan kepolisian.
Baca Juga: Ratusan Siswa dari 3 Sekolah di Mlati Sleman Diduga Keracunan MBG, 1 Dirujuk ke RS
Meski demikian, dia tetap meminta pertanggungjawaban dari pihak catering. Apalagi korbannya tidak sedikit. Termasuk menuntut denda atas kerugian kesehatan yang terjadi.
Petugas dari Dinkes Sleman telah mengambil sampel makanan berupa ayam bakar/panggang, sambal goreng krecek dan jeroan serta feses atas nama EV (28) untuk selanjutnya diperiksa di Laboratorium Balai Labkesmas Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Profil Gelandang Asing PSS Moussa Bagayoko, Pernah Main di Turki, Israel, hingga Venezuela
- 10Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan








