Jogja

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Telah Petakanan Lahan Pertanian Rawan Kekeringan

Atiek Widyastuti | 4 Mei 2026, 17:43 WIB
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Telah Petakanan Lahan Pertanian Rawan Kekeringan
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman telah melakukan sosialisasi kepada petani terkait waspada kemarau panjang yang telah disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak sampai terjadi gagal puso.

Pasalnya sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Sleman dipastikan akan mengalami kekurangan air.

"Kekurangan air. Akan kekurangan dan itu pasti. Nah yang kita lakukan, salah satunya dengan menyiagakan penyuluh," kata Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto, Senin (04/05/2026).

Baca Juga: Puluhan Warga Sleman Diduga Keracunan Makanan Usai Menghadiri Undangan Pamitan Haji

Pihaknya juga terus berkoordinasi kepada kelompok. Guna memastikan alat pertanian yang berkaitan dengan air bisa dimanfaatkan dengan baik. Seperti pompa, irigasi perpompaan hingga sumur bor.

DP3 Sleman juga telah memetakan titik-titik lahan pertanian yang langganan kekurangan air saat kemarau. Seperti di Kapanewon Seyegan, sebagian Tempel, Ngaglik dan Caturharjo Sleman.

"Karena disana kondisi tanahnya berpasir. Jadi harus diwaspadai. Kalau daerah lainnya, masih dalam batas aman," jelasnya.

Disatu sisi DP3 Sleman juga telah memiliki program asuransi usaha tani. Tahun ini telah menyasar dua lokasi.

Baca Juga: Lahan Pertanian Terus Berkurang, Sleman Dorong Pengembangan Pertanian Tradisional

Kapanewon Moyudan (45 hektare) dan Ngaglik (15 hektare). Kedepannya akan dikembangkan hingga 90 hektare. Menyesuaikan anggaran pemerintah. Untuk penjaminnya kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.