Sleman Masih Kekurangan 5.000 Ekor Sapi untuk Kurban

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih kekurangan lebih dari 5.000 ekor sapi untuk hewan kurban pada Idul Adha 2026.
Berdasarkan data estimasi ternak dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, estimasi kebutuhan sapi untuk Idul Adha 2026 mencapai 9.235 ekor.
Padahal ketersediaan stok hanya 3.854 ekor. Artinya ada kekurangan 5.381 ekor sapi.
Untuk domba dari estimasi kebutuhan 15.750 ekor, ketersediaannya hanya 7.811 ekor atau kurang 7.939 ekor.
Baca Juga: Jelang Kurban, Harga Sapi di Sleman Mulai Naik
Kebalikan untuk kambing. Estimasi kebutuhan 3.050 ekor, stok yang tersedia ada 4.002 ekor. Atau ada kelebihan 952 ekor.
Terkait hal itu, Pemkab Sleman terus memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban dalam kondisi aman.
"Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban dan pembelian langsung dari luar daerah," kata Wakil Bupati (Wabup) Sleman Danang Maharsa usai memantau ketersediaan stok hewan kurban di Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang Gamping, Selasa (05/05/2026).
Terkait kesehatan hewan kurban, Danang memastikan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui DP3 Sleman telah melakukan pemantauan dan kerjasama dengan petugas Puskeswan setempat.
Baca Juga: Kasus PMK di Kabupaten Tetangga Mulai Muncul, Pemkot Jogja Siapkan Vaksinasi Hewan Ternak
Seperti pemberian vaksin dan pemeriksaan fisik hewan kurban. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan juga penyakit Antraks.
"Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada mendatangkan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus," tambahnya.
Menurut Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto, pihaknya telah melakukan pencegahan Antraks dengan pemberian vaksin.
Khususnya untuk hewan kurban di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul. Tepatnya di Kalurahan Gayamharjo dan Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan.
Baca Juga: Sektor Pertanian, Peternakan, hingga Pariwisata Rentan Terdampak Siklon Tropis
"Kalau untuk vaksinasi PMK kita ulang 6 bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan," papar Rofiq.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









