26.747 KK di Sleman Masuk Miskin Ekstrem

Akurat.co, Jogja - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman mencatat, 26.747 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Sleman termasuk miskin ekstrem.
Angka tersebut setara dengan 6,71 persen dari total jumlah KK di Kabupaten Sleman. Sedangkan yang termasuk miskin dan rentan miskin, berdasarkan SK bupati terdapat 126.847 KK.
"Angka kemiskinan kita turun signifikan. Karena sebelumnya ada 7,4 persen," kata Kepala Dinsos Sleman Wawan Widiantoro, Kamis (07/05/2026).
Dinsos Sleman terus berupaya agar angka kemiskinan bisa semakin turun. Salah satunya dengan program perlindungan sosial dan jaring pengaman sosial.
Baca Juga: 34 Ribu Warga Sleman Status BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Ambil Langkah Ini
Program ini warga kita yang kurang produktif. Bagi warga usia produktif, diberikan fasilitas berupa pemberdayaan ekonomi, pelatihan dari pelaku UMKM.
Dalam kesempatan tersebut Wawan menjelaskan, jika Kabupaten Sleman menjadi salah satu lokasi percontohan Pendaftaran Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang terbuka, transparan dan online melalui Portal Perlinsos.
Masyarakat yang merasa dirinya layak sebagai penerima bantuan sosial, dapat mendaftar secara mandiri melalui web dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Untuk login cukup dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dapat diaktivasi di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) atau kantor kapanewon setempat.
Baca Juga: Dinsos Sleman Fasilitasi Pembuatan Administrasi Kependudukan bagi Kelompok Marginal
"Bagi masyarakat yang tidak atau belum bisa Aktivasi IKD, akan disediakan agen atau petugas sebagai tempat pendaftaran Perlinsos," jelasnya.
Program ini rencananya akan dimulai pada Bulan Juni hingga Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









