Polisi Dalami Adanya Dugaan Unsur Pidana dalam Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem

Akurat.co, Jogja - Sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso Hargobinangun Pakem Sleman tiba-tiba didatangi aparat keamanan dan pemerintah.
Hal itu dilakukan setelah warga setempat menaruh curiga akan keberadaan 11 bayi di rumah tersebut. Sampai saat ini, Polresta Sleman masih terus mendalami terkait hal itu.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, hal ini bermula ketika seorang ibu menitipkan anaknya ke bidan yang tinggal di Gamping Sleman untuk dirawat.
Mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan, itu bisa diterima oleh bidan itu. Tapi berkembang dari hal itu, berkembang sampai ke 10 yang lain.
"Melahirkan disana. Selanjutnya dititipkan dengan alasan karena bekerja, masih mahasiswa dan yang lain," katanya, Senin (11/05/2026).
Bayi-bayi tersebut mayoritas lahir di luar pernikahan. Namun selama dititipkan di sana, mereka membayar sebesar Rp 50 ribu per hari. Biaya tersebut murni untuk pengasuhan.
"Kita belum tahu ini apakah dengan Rp 50.000 itu mencukupi atau tidak. Makanya nanti kita perdalam di situ," jelasnya.
Sampai saat ini sudah ada 11 orang yang dimintai keterangan. Bidan berinisial ORP, orangtua bidan K dan S yang selama ini bertindak sebagai pengasuh.
Pembantu dan dukuh setempat. Enam ibu bayi juga telah dimintai keterangan.
Baca Juga: DPRD DIY Desak Dalang dan Pelaku Kekerasan di Daycare Dihukum Berat
Terkait dugaan yang mengarah ke indikasi tindakan pidana seperti perdagangan bayi atau penelantaran anak, masih terus didalami.
Semua ada seorang yang melahirkan di rumah bidan yang berizin operasionalnya. Usai lahir, bayi tersebut selanjutnya dititipkan. Dari mulut ke mulut akhirnya berkembang jadi 11 bayi.
Praktek penampungan bayi tersebut sudah berjalan lima bulan. Bayi yang dititipkan rentan usianya 1 - 10 bulan.
Bidan tersebut telah memiliki izin praktek. Namun untuk tempat penitipan belum ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









