Pemkot Jogja Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Giwangan, Alasan Agama dan Kesehatan jadi Pertimbangan

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menyarankan masyarakat memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan.
Alasan sesuai tuntunan agama dan kesehatan menjadi pertimbangan utama.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengimbau masyarakat tidak memotong dengan cara kuno dan tak sehat.
Baca Juga: Gunungkidul Kelebihan Stok Ribuan Hewan Kurban, Bupati Endah: Siap Menyuplai Daerah Lain
"Lebih baik kita kalau memotong hewan di tempat penyembelihan hewan yang terstandar di RPH. Pemerintah Kota Yogyakarta punya itu dan kami siap untuk melayani pemotongan hewan kurban," katanya.
RPH Giwangan layani 305 ekor sapi
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti menjelaskan penyembelihan hewan kurban di RPH Giwangan akan berlangsung selama empat hari yakni 10-13 Dzulhijjah 1447 H atau 27-30 Mei 2026.
RPH Giwangan akan melayani penyembelihan hewan kurban dengan total kuota sapi sekitar 305 ekor, kambing/domba sekitar 160 ekor.
Pendaftaran layanan penyembelihan hewan kurban melalui Baznas Kota Yogyakarta atau melalui 082141232770.
Menurutnya, selain mengedepankan tuntunan agama, setiap hewan yang sudah dipotong di RPH Giwangan juga dijamin pembagian dan kesehatan.
Baca Juga: Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Aman dari Penyakit
Seperti contoh karkas terpotong menjadi enam bagian. Lalu berat karkas bisa langsung diketahui karena ditimbang.
Jeroan hijau juga dicuci bersih. Hewan diperiksa oleh dokter hewan sebelum dan setelah dipotong.
"Yang paling utama hewan disembelih oleh juru sembelih halal," terang Panggarti dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









