Setelah di Kotagede, Program Bule Mengajar Sasar Kampung Wisata Lain di Kota Jogja

Akurat.co,Jogja-Setelah diterapkan di Kotagede, program Bule Mengajar nantinya akan diterapkan di kampung wisata lainnya di Kota Jogja yang jumlahnya mencapai 40.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati mengatakan Program Bule Mengajar menjadi salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan kampung wisata.
Menurutnya, Program Bule Mengajar yang saat ini dipilotkan di kawasan Kotagede akan terus dikembangkan dan direplikasi ke kampung wisata lain di Kota Yogyakarta yang saat ini berjumlah 40 kampung wisata.
Baca Juga: Keseruan Bule Mengajar di Kotagede, Mahasiswa asal Tanzania Ungkap Pengalaman Uniknya
"Pilot project di Kotagede ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lainnya di Kota Yogyakarta,” ujar Daning dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan, konsep wisata berbasis pengalaman yang melibatkan wisatawan secara langsung dengan aktivitas masyarakat dinilai mampu memperkuat identitas kampung wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Daning menambahkan, ke depan Program Bule Mengajar juga akan diintegrasikan dalam paket wisata kampung yang telah dikembangkan di kawasan Kotagede, sepert dalam Paket Kampung Wisata Prenggan dan Paket Kampung Wisata Purbayan.
Berbagai potensi wisata dan budaya di Kotagede yang dikolaborasikan dalam Program Bule Mengajar, di antaranya kawasan Between Two Gates Purbayan, Kompleks Masjid Gede dan Makam Raja-Raja Mataram, sentra kerajinan perak, Pasar Legi, hingga wisata kuliner tradisional seperti kipo dan kembang waru.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menegaskan, Program Bule Mengajar tidak sekadar menghadirkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung, tetapi mendorong keterlibatan langsung dengan warga melalui aktivitas berbagi pengalaman, mengajar bahasa, keterampilan, hingga wawasan global di sekolah maupun kampung wisata.
“Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu. Dari situ ada dampak ekonomi, sosial, dan pemberdayaan warga,” ujar Wawan.
Wawan menilai, keterlibatan wisatawan dalam aktivitas masyarakat akan memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), meningkatkan belanja produk UMKM lokal, sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi hingga tingkat kampung.
“Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Tingkatkan Pengalaman Berwisata, Pemkot Jogja Rancang Program Bule Mengajar
Perlunya perlindungan anak
Program ini mendapat respons positif dari pelaku pariwisata. Salah satunya dari Via Via Travel, Uut.
Tapi, ia menekankan pentingnya aspek perlindungan anak dalam pelaksanaan Program Bule Mengajar, mengingat sasaran program nantinya melibatkan anak-anak sekolah maupun anak-anak di wilayah kampung wisata.
Menurutnya, program tersebut perlu dilengkapi dengan child protection policy, standar operasional prosedur (SOP), konsep pengajaran dan bahan ajar yang jelas, hingga pedoman dos and don’ts bagi wisatawan mancanegara yang terlibat.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan mengenai cara berpakaian, batasan interaksi dan sentuhan fisik, serta pemahaman bahwa anak-anak belum dapat memberikan persetujuan (consent) secara penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









