7 Pasang Pengantin di Bantul Nikah Gratis di Atas Traktor Sawah, Mahar Sepasang Ayam

Akurat.co, Jogja - Tujuh pasang penganten mengikuti nikah bareng di Gedung Beruntung Jalannya Geneng Sewon Bantul, Selasa (19/05/2026).
Sebelumnya mereka mengikuti kirab menggunakan busana gaya Jogja bersama bridesmaid warga kampung dan anak-anak TK.
Para bridesmaid juga mengenakan pakaian Jawa. Bahkan untuk anak-anak TK busananya dengan dengan cucuk lampah tari edan-edanan sebagai simbol tolak bala diiringi musik live gamelan melewati persawahan ndeso.
Senyum bahagia dan sesekali melambaikan tangan kepada para tamu yang hadir. Seperti Bupati Bantul dan tamu undangan yang lain.
Baca Juga: Sleman Catat 112 Pernikahan Dini, Kehamilan Tak Diinginkan Mendominasi
Nikah bareng ini adalah prakarsa dari Forum Ta’aruf Indonesia atau Fortais Sewon bertajuk 'Nikah Bareng Mbalek Ndeso Mbangun Kulawarga #2' dengan tagline Sambut HARKITNAS dan Idul Adha.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk generasi Z dan M karena dibuka nasional dan gratis full fasilitas hingga bulan madu menjadi viral di media social.
"Untuk jumlah peserta memang hanya tujuh pasang. Karena disesuaikan dengan tempat," kata Ketua Ketua Golek Garwo Fortais & Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nuryanto dalam keterangan persnya, Kamis (21/05/2026).
Ryan menyatakan, sekarang ini animo masyarakat untuk ikutan nikah bareng sangat tinggi. Sejak pertama kali digelar 2006 lalu, total sudah lebih dari 500 pengantin yang berpartisipasi.
Baca Juga: Golek Garwo #12 Jodohku I’m Coming di Hanggar Pesawat Pertama di Indonesia
Pihaknya sangat berharap bantuan dari banyak pihak yang peduli untuk membantu menshodaqohkan kreatifitasnya untuk mewujudkan impian para calon pengantin yang mempunyai banyak keterbatasan ini.
Prosesi Ijab qobul menarik perhatian, karena dilakukan di tengah-tengah pagelaran wayang cekak oleh dalang cilik Ki Lanang Bejo Lakune dengan iringan karawitan.
Untuk maharnya, seperangkat alat sholat dan sepasang ayam sebagai lambang ketahanan pangan serta semangat kehidupan kemakmuran yang diharapkan bisa mandiri setelah menikah.
Prosesi ijab qobul dilakukan di atas traktor sawah. Menggabungkan nilai budaya, kerja keras dan kehidupan agraris yang secara keseluruhan bahwa seluruh pasangan yang menikah ingin mengawali hidup baru dengan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras dan kebermanfaatan, layaknya petani yang berusaha memberikan hasil bumi terbaik begitu pula pasangan nikah bareng ini.
Arleta Kanaya dan Satrio Amukthi, salah satu pasangan yang menikah tertarik ikut nikah gratis ini.
Meski baru berusia 20 dan 22 tahun, warga Purworejo, Jawa Tengah tersebut mengaku sudah siap lahir batin untuk menjalani kehidupan pernikahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





