Jogja

Ramah Lingkungan, Pemkab Sleman Imbau Pembagian Daging Kurban Menggunakan Besek

Atiek Widyastuti | 20 Mei 2026, 14:44 WIB
Ramah Lingkungan, Pemkab Sleman Imbau Pembagian Daging Kurban Menggunakan Besek
Besek dari anyaman bambu sebagai pengganti plastik untuk menyimpan daging kurban. (Akurat,co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghimbau pada masyarakat khususnya panitia kurban untuk menggunakan besek sebagai pengganti plastik.

Besek dari bambu tersebut dapat digunakan untuk mengemas daging kurban sebelum dibagikan.

"Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sleman," katanya, Rabu (20/05/2026).

Himbauan tersebut juga sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mendukung pengrajin anyaman bambu.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pemda DIY Optimalkan 7 Pos Lalu Lintas Ternak

Di Kabupaten Sleman memiliki 197 pengrajin anyaman bambu yang siap untuk menyuplai kebutuhan kemasan.

"Monggo kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman," jelasnya.

Terkait ketersediaan hewan kurban, data sementara menunjukkan untuk sapi kurban terdapat 3.854 ekor. Kambing ada 4.002 ekor dan domba 7.811 ekor.

Sedangkan estimasi kebutuhan ternak sapi sebesar 9.235 ekor, kambing 3.050 ekor dan domba 15.750 ekor. Artinya ada kekurangan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan.

Baca Juga: Sleman Masih Kekurangan 5.000 Ekor Sapi untuk Kurban

"Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban, dan pembelian langsung dari luar daerah," jelas Danang.

Terkait kesehatan hewan kurban, Danang memastikan Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan telah melakukan pemantauan dan kerjasama dengan petugas Puskeswan setempat, seperti pemberian vaksin dan pemeriksaan fisik hewan kurban.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan juga penyakit Antraks.

"Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada mendatangkan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.