Pasca Kebocoran Gas, DLH Sleman Syaratkan Ini Sebelum Pabrik Es Batu Beroperasi Kembali

Akurat.co, Jogja - Beberapa waktu lalu warga Bayen Purwomartani Kalasan Sleman sempat terpaksa mengungsi untuk sementara waktu.
Hal ini lantaran pabrik produksi es kristal di sekitar tempat tinggal mereka sempat mengalami kebocoran gas amonia.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman masih terus melakukan kajian berdasarkan hasil laboratorium untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Salah satunya dengan melakukan uji amonia pada sumur warga di tiga lokasi dan saluran irigasi di sekitar pabrik. Sedangkan untuk pabrinya, sampai saat ini masih belum beroperasi kembali.
Baca Juga: DLH Sleman Imbau, Warga Tak Sembarangan Buang Limbah Jeroan Hewan Kurban
"Sejauh ini untuk air sumur tetap aman dikonsumsi. Sedangkan saluran irigasi, hasil laboratoriumnya berada di atas rata-rata," kata Plt Kepala DLH Sleman Sugeng Riyanta, Rabu (27/05/2026).
DLH Sleman juga sudah bertemu dengan perusahaan, masyarakat dan pemangku wilayah.
Kajian dari hasil uji laboratorium juga terus dilakukan. Termasuk standar operasional perusahaan hingga izin operasional.
"Ke depan, jika perusahaan akan beroperasi kami minta untuk memasang amonia detektor. Ini berfungsi untuk memberitahu apabila ada kebocoran," tegasnya.
Baca Juga: Rangkaian HUT Ke-110, DLH Sleman Gelar Uji Emisi Kendaraan
Harapannya, ketika ada bocoran sedikit pun sudah ada peringatan. Sebab, sebelumnya kebocoran bisa diketahui hanya didasarkan penciuman dari pegawai.
"Dengan adanya amonia detektor ini, ketika ada kebocoran sedikit saja. Langsung bisa menghentikan proses produksi," ungkapnya.
Menurutnya, ada dampak lingkungan yang cukup signifikan dari kejadian ini. Hal yang terlihat jelas, rumput di sekitar lokasi yang terlihat layu.
Bahkan ikan di kolam warga yang mati. Dan yang masih hidup juga dinyatakan tidak lagi aman dikonsumsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







