Jogja

Prambanan Heritage Skyline, Andalan Wisata Baru di Sleman

Atiek Widyastuti | 28 Mei 2026, 19:55 WIB
Prambanan Heritage Skyline, Andalan Wisata Baru di Sleman
Ilustrasi kereta gantung di Prambanan. (Instagram @jogjaviral)

Akurat.co, Jogja - Kabupaten Sleman serius dalam merealisasikan proyek Prambanan Heritage Skyline atau kereta gantung.

Kereta gantung ini, bakal jadi salah satu daya tarik wisatawan baru di kawasan Sleman Timur.

Proyek yang digagas investor swasta senilai Rp 200 miliar tersebut direncanakan akan membentang sepanjang sekitar 8 kilometer. Menghubungkan sejumlah destinasi wisata populer di wilayah perbukitan Prambanan termasuk Tebing Breksi hingga Candi Ijo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih mengatakan, meski gagasan pembangunan kereta gantung ini sepenuhnya dari investor. Dari Pemkab Sleman akan mendampingi proses perizinan.

Baca Juga: Triwulan I 2026, Investasi Sleman Tembus Rp 1,15 T

"Kehadiran kereta gantung ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik wisata baru di DIY sekaligus disebut-sebut bakal menjadi yang pertama di Indonesia," katanya, Kamis (28/05/2026).

Jalur kereta gantung tersebut, dirancang melintasi sejumlah objek wisata ikonik di kawasan Prambanan. Rutenya dimulai dari kawasan Candi Banyunibo, menuju beberapa titik wisata lain. Seperti Candi Miri dan Tebing Breksi sebelum kembali ke dekat Candi Ijo.

"Kalau panjangnya itu kurang lebih sekitar 8 kilometer," jelasnya.

Menurut Triana, investor menyiapkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

Saat ini, proses pembangunan masih fokus pada tahapan perizinan. Terutama menyangkut Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Baca Juga: Bergabung dalam Program Sleman Pintar, Begini Kesiapan Sejumlah Kampus

Pasalnya, sebagian wilayah yang akan dilintasi kereta gantung masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Pemkab Sleman, juga terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek tetap berjalan sesuai aturan tata ruang yang berlaku.

Dipilihnya Prambanan dalam proyek ini, karena dinilai sangat potensial untuk pengembangan wisata karena sudah masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Selain itu, akses menuju kawasan tersebut juga semakin mudah dengan adanya pintu tol Prambanan yang menjadi penghubung wisata DIY dan Jawa Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.