Prambanan Heritage Skyline, Andalan Wisata Baru di Sleman

Akurat.co, Jogja - Kabupaten Sleman serius dalam merealisasikan proyek Prambanan Heritage Skyline atau kereta gantung.
Kereta gantung ini, bakal jadi salah satu daya tarik wisatawan baru di kawasan Sleman Timur.
Proyek yang digagas investor swasta senilai Rp 200 miliar tersebut direncanakan akan membentang sepanjang sekitar 8 kilometer. Menghubungkan sejumlah destinasi wisata populer di wilayah perbukitan Prambanan termasuk Tebing Breksi hingga Candi Ijo.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih mengatakan, meski gagasan pembangunan kereta gantung ini sepenuhnya dari investor. Dari Pemkab Sleman akan mendampingi proses perizinan.
Baca Juga: Triwulan I 2026, Investasi Sleman Tembus Rp 1,15 T
"Kehadiran kereta gantung ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik wisata baru di DIY sekaligus disebut-sebut bakal menjadi yang pertama di Indonesia," katanya, Kamis (28/05/2026).
Jalur kereta gantung tersebut, dirancang melintasi sejumlah objek wisata ikonik di kawasan Prambanan. Rutenya dimulai dari kawasan Candi Banyunibo, menuju beberapa titik wisata lain. Seperti Candi Miri dan Tebing Breksi sebelum kembali ke dekat Candi Ijo.
"Kalau panjangnya itu kurang lebih sekitar 8 kilometer," jelasnya.
Menurut Triana, investor menyiapkan dana sekitar Rp 200 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
Saat ini, proses pembangunan masih fokus pada tahapan perizinan. Terutama menyangkut Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Baca Juga: Bergabung dalam Program Sleman Pintar, Begini Kesiapan Sejumlah Kampus
Pasalnya, sebagian wilayah yang akan dilintasi kereta gantung masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Pemkab Sleman, juga terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek tetap berjalan sesuai aturan tata ruang yang berlaku.
Dipilihnya Prambanan dalam proyek ini, karena dinilai sangat potensial untuk pengembangan wisata karena sudah masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Selain itu, akses menuju kawasan tersebut juga semakin mudah dengan adanya pintu tol Prambanan yang menjadi penghubung wisata DIY dan Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







