Dinas Kebudayaan Sleman Gelar Peringatan Hari Bersejarah 'Kembalinya Jogja' 29 Juni 2026

Akurat.co, Jogja - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman akan menggelar Peringatan Hari Bersejarah 'Kembalinya Jogja' 29 Juni 2026.
Kegiatan bertajuk 'Jogja Kembali: Diplomasi, Perjuangan, dan Semangat Kebangsaan untuk Generasi Masa Kini" dengan subtema "Menghidupkan Memori Perjuangan melalui Sejarah, Budaya, dan Keteladanan" ini akan digelar di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Selasa (23/06/2026) mendatang.
Menurut Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Sleman Joko Dwi Haryadi, peristiwa Kembalinya Jogja merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Peristiwa ini menandai kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta setelah masa agresi militer Belanda dan menjadi simbol kemenangan diplomasi serta keteguhan perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Baca Juga: Kirab Budaya Festival Tresna Pancasila 2026, Semarakkan Bulan Bung Karno di Jogja
"Sebagai daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Sleman memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai perjuangan tersebut kepada generasi muda," katanya dalam konferensi pers di Dinas Pariwisata Sleman, Kamis (04/06/2026).
Akan ada dua agenda besar dalam kegiatan ini. Sarasehan sejarah dan sesiodrama 'Kembalinya Jogja'.
Dalam pementasan ini akan melibatkan Komunitas Jogjakarta 45 sebagai mitra pelaksana yang selama ini aktif dalam pelestarian sejarah perjuangan bangsa.
Sosiodrama akan menampilkan, situasi Yogyakarta pasca Agresi Militer Belanda II. Perjuangan diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Dukungan rakyat Yogyakarta terhadap Republik Indonesia dan kembalinya pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
Baca Juga: Angka Harapan Hidup Warga Kota Jogja Capai 77 Tahun
"Melalui sarasehan dan sosiodrama Kembalinya Jogja, diharapkan masyarakat semakin mengenal sejarah perjuangan bangsa, tumbuh rasa bangga terhadap identitas kebangsaan, serta terbangun kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan sejarah sebagai bagian penting dari pembangunan karakter bangsa," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









