Jogja

Libatkan PKK, Sleman Terus Berupaya Tekan Angka TBC dan Stunting

Atiek Widyastuti | 19 Juni 2026, 18:26 WIB
Libatkan PKK, Sleman Terus Berupaya Tekan Angka TBC dan Stunting
Kolaborasi Pemkab Sleman dengan PKK guna menekan angka stunting dan TBC. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Angka prevalensi stunting di Kabupaten Sleman di tahun 2025 sebesar 4,29 persen. Data ini turun dibanding 2024 dengan 4,4i persen.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman Parmilah Harda Kiswaya dalam sosialisasi pencegahan stunting dan TBC di Rumah Dinas Bupati Sleman.

Sedangkan untuk jumlah kasus Tuberkulosis (TB) di tahun 2025 terdapat 2.542 kasus.

Meski angkanya turun, Pemkab Sleman tetap terus berupaya agar stunting dan TB dapat terus ditekan.

Baca Juga: Kembangkan Biji Kecipir untuk Cegah Stunting, 2 Mahasiswa UAJY Ini Raih Juara dalam Kompetisi Nasional

"Termasuk pendampingan terhadap keluarga yang terjangkit TB. Dibutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam menekan stunting dan TB,” ujarnya, Jumat (19/06/2026).

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman Danang Maharsa berkomitmen untuk menekan angka stunting dan TB hingga tingkat kalurahan.

Menurutnya, TP-PKK menjadi mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini. Masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari peran pengolahan asuh, peran pendidikan keluarga, ketahanan pangan hingga perbaikan sanitasi lingkungan.

“Untuk mencegah stunting tidak dilakukan saat ibu sudah mengandung, bahkan sudah harus kita lakukan jauh sebelum itu, yaitu sejak calon ibu masih dalam masa remaja. Hal ini penting untuk kita pahami,” ujar Danang yang juga selaku Wakil Bupati Sleman tersebut.

Baca Juga: Inovasi Atasi Stunting Segoro Bening Wirobrajan Dapat Penghargaan Nasional, Apa yang Dilakukan?

Begitu pula dengan TBC, Danang juga menyebut keluarga memiliki peran penting untuk memutus rantai penularan TBC. Untuk itu, ia menyebut sinergi dan kolaborasi TP-PKK Kabupaten hingga tingkat kalurahan memiliki kedudukan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Jangan lupa juga dengan penguatan layanan posyandu. Posyandu bisa menjadi media yang baik untuk menyampaikan edukasi kepada orangtua agar memahami langkah yang tepat untuk membangun keluarga yang kuat,” papar Danang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.