Jogja

PMI Sleman Gelar Pelatihan Relawan SIBAT, Apa Itu?

Atiek Widyastuti | 19 Juli 2026, 14:54 WIB
PMI Sleman Gelar Pelatihan Relawan SIBAT, Apa Itu?
PMI Sleman gelar pelatihan relawan siaga bencana. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menggelar pelatihan relawan Kalurahan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Bertempat di Aula Kalurahan Tridadi Sleman, kegiatan melibatkan relawan dari delapan kalurahan di Kabupaten Sleman.

Kedelapan kalurahan tersebut, adalah Tridadi (Sleman), Banyurejo (Tempel), Purwobinangun dan Pakembinangun (Pakem), Wedomartani (Ngemplak), Tamanmartani (Kalasan), Sambirejo (Prambanan) dan Sardonoharjo (Ngaglik).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman pelatihan.

Baca Juga: Khitan Gratis PMI Sleman, Peserta Bebas Pilih Hari

Usai penandatanganan dilanjutkan dengan latihan bagi para relawan Kalurahan yang dibimbing oleh para pelatih dari PMI Sleman.

Ketua PMI Sleman Mafilinda Nuraini mengatakan, Kabupaten Sleman termasuk daerah rawan berbagai jenis bencana. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.

"Harapannya, ketika sewaktu-waktu ada bencana, semua warga bisa bertindak cepat dalam mengurangi resiko bencana," katanya, Minggu (19/07/2026).

Mafilindati mengatakan, pelatihan relawan Kalurahan ini merupakan upaya pelokalan sumber daya manusia agar Kalurahan siap melakukan penanggulangan bencana.

Baca Juga: PMI DIY Beri Penghargaan Terhadap 99 Pendonor Darah Sukarela

Harapannya, jika sewaktu waktu suatu wilayah terjadi bencana, warga bisa langsung melakukan kegiatan yang semestinya harus dilakukan. Tanpa menunggu komando dari pemerintah.

Karena menurut Mafilindati, penanganan yang harus diutamakan bila terjadi bencana adalah kegiatan emergensi yang berkaitan dengan nyawa manusia.

Dalam pelatihan relawan yang dilakukan oleh PMI Sleman ini sifatnya melengkapi kemampuan yang sudah dimiliki para relawan. Terutama dalam hal menolong korban bencana.

"PMI Sleman mempunyai sejumlah pelatih yang telah memiliki sertifikat pelatihan, sehingga kemampuannya tak perlu diragukan lagi", kata Mafilindati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.