Jogja

Inovasi Pertanian Sawah Terpal Gunungkidul, Bantu Petani Atasi Iklim dan Minim Lahan

Haris Ma'ani | 21 Juli 2026, 17:04 WIB
Inovasi Pertanian Sawah Terpal Gunungkidul, Bantu Petani Atasi Iklim dan Minim Lahan
Foto lahan pertanian sawah. (foto: dok.Akurat.co)

Akurat.co,Jogja-Inovasi sawah terpal tengah dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mendorong petani mencoba inovasi tersebut guna mengatasi perubahan iklim dan minimnya lahan.

"Melalui penerapan teknologi sawah terpal, pemerintah berharap produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani," ujar Joko dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Bertemu Sri Sultan Jelang GP Mandalika, Ini Ungkapan Pembalap Gunungkidul Veda Ega Pratama

Menurutnya, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itu, masyarakat didorong menanam berbagai komoditas bernilai ekonomi seperti nangka, alpukat, pepaya, dan tanaman produktif lainnya yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Ia juga menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dari pertanian jangka pendek menuju budidaya tanaman jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

“Menanam bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Tanaman produktif akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi berikutnya,” kata Joko.

Wabup Gunungkidul, Joko Parwoto bersama kelompok tani wilayahnya. (foto: pemkab gunungkidul)

Apa itu sawah terpal?

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Gunungkidul, Sarno, menjelaskan bahwa sistem sawah terpal merupakan inovasi yang memungkinkan lahan kering dimanfaatkan lebih optimal.

Dengan penerapan teknologi tersebut, petani berpeluang melakukan panen hingga lima kali dalam setahun.

Selain meningkatkan produksi padi, sistem tersebut juga dapat dipadukan dengan budidaya ikan lele sehingga memberikan nilai tambah terhadap pendapatan petani.

Menurut Sarno, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang berkomitmen memperkuat sektor pertanian, termasuk melalui dukungan pembiayaan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemanfaatan teknologi pertanian harus mampu mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Pesona Alam Tepi Sungai Taman Hutan Raya Bunder Gunungkidul, Healing sekaligus Menyepi dari Keriuhan Kota

Upaya penerapan inovasi ini mulai dikenalkan pemkab melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos organik serta demonstrasi pembuatan sawah terpal bersama Kelompok Tani (Poktan) Mawarsari di Padukuhan Gandu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Jumat (17/7/2026) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.