Jogja

Gunungkidul Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Haris Ma'ani | 22 April 2026, 06:46 WIB
Gunungkidul Bersiap Hadapi Musim Kemarau
Ilustrasi musim kemarau. (foto: freepik/AI)

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Gunungkidul menyampaikan kesiapannya menghadapi musim kemarau 2026.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkap, wilayahnya juga mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan.

Endah menyebutkan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintahannya adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian pertanian.

Baca Juga: Klinik Mata Dr.YAP Resmi Dibangun di Gunungkidul

Seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (20/4/2026), Endah mengatakan akan segera menyusun program dan proposal untuk menjaga ketahanan pangan selama musim kemarau.

Endah mengungkapkan, pentingnya langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diprediksi melanda pada tahun 2026.

Pemerintah pusat melalui kementerian pertanian mendorong daerah-daerah untuk proaktif dalam mengajukan dukungan fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan.

Bupati Endah mengungkapkan bahwa pihaknya diminta segera melakukan langkah administratif untuk menjemput bantuan pusat tersebut.

“Intinya kami diminta untuk segera menyampaikan proposal permohonan bantuan untuk mendukung ketahanan pangan di tengah potensi kemarau panjang di tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Endah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman atas kebijakan yang inklusif terhadap pemerintah daerah.

Baca Juga: PAD Pariwisata Gunungkidul Capai Rp18,5 Miliar

Menurutnya, keterbukaan akses bantuan ini sangat krusial bagi daerah seperti Gunungkidul yang memiliki karakteristik lahan pertanian spesifik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang telah memberikan ruang seluas-luasnya untuk mewujudkan program strategis nasional bapak presiden dalam rangka ketahanan pangan,” tutur Endah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.