Jogja

Wali Kota Jogja Dorong Warganya Gunakan Air Pipa Ketimbang Sumur

Haris Ma'ani | 23 Juli 2026, 07:05 WIB
Wali Kota Jogja Dorong Warganya Gunakan Air Pipa Ketimbang Sumur
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat hadir di acara Workshop Dewan Pengawas BUMD Air Minum Se-Indonesia, Rabu (22/7). (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mendorong masyarakat kotanya menggunakan air sumber pipa atau perpipaan ketimbang dari sumur atau air tanah.

Menurut Hasto, air perpipaan lebih terjamin kualitasnya sebagai air minum ketimbang sumber lain.

Menurutnya, akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Baca Juga: Ada Air Minum Gratis di Malioboro, Ini 5 Titik Lokasinya

Ia menjelaskan, kualitas sanitasi dan air minum berkaitan erat dengan tingginya kasus penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare.

Penyakit tersebut berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu faktor risiko stunting.

"Kalau kita ingin membangun sumber daya manusia yang unggul, maka akses air bersih dan sanitasi tidak boleh diabaikan," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (23/7/2026).

Hasto mengungkap, saat ini cakupan air perpipaan di Kota Yogyakarta sekitar 30 persen.

"Terus kita dorong mendekati 80 persen sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030," terang Hasto.

Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu menuturkan, perhatian terhadap akses air bersih harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, kualitas air yang dikonsumsi ibu hamil, bayi, hingga balita akan sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.

Ia juga menekankan perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan air perpipaan memang tidak mudah.

Baca Juga: Mantap! Air Minum Gratis Kini Ada di Malioboro

Menurutnya, kualitas air yang dikonsumsi ibu hamil, bayi, hingga balita akan sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.