Wali Kota Jogja Dorong Warganya Gunakan Air Pipa Ketimbang Sumur

Akurat.co,Jogja-Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mendorong masyarakat kotanya menggunakan air sumber pipa atau perpipaan ketimbang dari sumur atau air tanah.
Menurut Hasto, air perpipaan lebih terjamin kualitasnya sebagai air minum ketimbang sumber lain.
Menurutnya, akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Baca Juga: Ada Air Minum Gratis di Malioboro, Ini 5 Titik Lokasinya
Ia menjelaskan, kualitas sanitasi dan air minum berkaitan erat dengan tingginya kasus penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare.
Penyakit tersebut berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu faktor risiko stunting.
"Kalau kita ingin membangun sumber daya manusia yang unggul, maka akses air bersih dan sanitasi tidak boleh diabaikan," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (23/7/2026).
Hasto mengungkap, saat ini cakupan air perpipaan di Kota Yogyakarta sekitar 30 persen.
"Terus kita dorong mendekati 80 persen sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030," terang Hasto.
Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu menuturkan, perhatian terhadap akses air bersih harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, kualitas air yang dikonsumsi ibu hamil, bayi, hingga balita akan sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.
Ia juga menekankan perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan air perpipaan memang tidak mudah.
Baca Juga: Mantap! Air Minum Gratis Kini Ada di Malioboro
Menurutnya, kualitas air yang dikonsumsi ibu hamil, bayi, hingga balita akan sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









