Bupati Sleman : Siapkan Generasi Emas 2045, Butuh Kolaborasi Multipihak

Akurat.co, Jogja - Posyandu Matahari Sleman diproyeksikan sebagai agent of monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak pada periode 1.000 HPK.
Masa emas ini menjadi kunci utama pencegahan tengkes (stunting) guna menyiapkan Generasi Emas 2045.
Posyandu Matahari ini diharapkan bisa menjadi model Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita.
Peresmian Posyandu Matahari yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Yayasan Rabu Biru Foundation bertempat di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Pemkab Sleman Terus Perkuat Sosialisasi Kanal Aduan Lapor Sleman
Peresmian ini merupakan bagian dari implementasi program Desa BRILiaN 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).
Bupati Sleman, Harda Kiswaya yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya program ini tidak hanya renovasi fasilitas fisik posyandu tetapi juga memperkuat kapasitas kader, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pengembangan ketahanan pangan masyarakat.
Ia menegaskan, Pemkab Sleman siap mendukung penuh revitalisasi Posyandu Matahari agar dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang kelak bisa direplikasi di daerah-daerah lain di wilayah Sleman.
"Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kemitraan dan gotong royong multipihak. Pemkab Sleman sangat terbuka terhadap kerja sama maupun program TJSL yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, Selasa (04/08/2026).
Baca Juga: Bupati Sleman Tegaskan Peran Strategis Konsultan Pajak dalam Optimalisasi Pendapatan Negara
Vice President CSR PT BRI, Dinne Shovia Tresna Amalia menyampaikan, revitalisasi Posyandu Matahari ini diproyeksikan sebagai agent of monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak pada periode 1.000 HPK.
Masa emas ini menjadi kunci utama pencegahan tengkes (stunting) guna menyiapkan Generasi Emas 2045.
"Posyandu ini akan memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Ini adalah investasi periode emas agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan dapat membawa Indonesia lebih baik," tutur Dinne.
Sementara Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi menerangkan, Rabu Biru Foundation merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu kesehatan, gizi, dan pangan. Dijelaskan bahwa Rabu Biru memiliki cita-cita untuk menjadikan posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









