Ramai Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan, Ini Kata Sri Sultan

Akurat.co,Jogja-Belakangan tengah ramai menjadi perbincangan publik pembangunan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal Indonesia.
Di Jogja, Pakuwon Mall Jogja juga membangun pagar tinggi dibagian depan hingga samping mal bercat hijau.
Belakangan, manajemen Pakuwon Mall Jogja memutuskan menghentikan pembangunan karena munculnya polemik di masyarakat.
Baca Juga: Rata-rata Menginap Wisatawan di Jogja Masih 1 Malam, Wali Kota Ingin Lebih Lama Lagi
Fenomena pembangunan pagar tinggi ini mendapat tanggapan dari Gubernur DIY,Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sri Sultan menanggapi ada rasa khawatir dari masyarakat terkait keamanan sehingga mal-mal membangun pagar tinggi.
Menurut Sri Sultan, munculnya kekhawatiran di tengah masyarakat memerlukan konsolidasi pemerintah bersama seluruh elemen terkait untuk dapat memastikan keamanan di masing-masing daerah, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman tanpa diliputi kekhawatiran yang berlebihan.
“Sekarang bagaimana daerah sendiri bisa mengkonsolidasikan potensi (ancaman) itu tidak terjadi. Kan mestinya hal-hal seperti itu harus dilakukan,” ungkap Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Jumat (7/8).
Dikatakan Sri Sultan, ketika masing-masing pemerintah daerah mampu memastikan keamanan di wilayahnya, masyarakat akan merasa lebih aman dan tenang.
Dengan begitu, kebutuhan para pemilik usaha untuk membangun pagar tinggi yang dipandang masyarakat sebagai bentuk antisipasi ancaman keamanan juga akan berkurang.
“Jadi masyarakat merasa aman dan nyaman. Ya akhirnya keperluan untuk meninggikan pagar, juga pemahamannya (urgensinya) turun. Ning nek ra percoyo yo soyo nduwur (pembangunan pagarnya) gitu,” lengkap Sri Sultan.
Sri Sultan menambahkan, menjaga keamanan daerah merupakan tanggung jawab seluruh pemerintah daerah.
Karena itu, pemerintah daerah wajib hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.
Lebih lanjut, apabila ke depannya terdapat aksi demonstrasi, Sri Sultan berpesan, penyampaian aspirasi harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku serta dilakukan secara tertib tanpa merusak fasilitas publik maupun mengganggu masyarakat.
Di sisi lain, General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih Wandansari mengatakan pemasangan pagar sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu.
Vicky menjelaskan, pemasangan pagar ini sudah sesuai aturan dan hanya di sisi luar yang berbatasan langsung dengan jalan.
Dengan berkembangnya isu soal keamanan yang berkembang, Vicky mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menunda melanjutkan proses pemasangan pagar ini.
"Karena lagi kayak begini, kami hold, karena kami tidak mau menambah kegelisahan gitu ya. Kami jujur tidak tidak menyangka bahwa itu akan membuat kegelisahan, seperti itu," ungkapnya.
Baca Juga: Resmikan Laboratorium Alam SMA De Britto, Sultan Tegaskan AI Tak Bisa Melatih Karakter
Menurut Vicky situasi yang berkembang benar-benar di luar prediksi.
"Kita membangun pagar itu demi kebaikan untuk semuanya, untuk estetika, terus kemudian karena memang kami belum ada pagar, kayak begitu. Dan itu sudah kami anggarkan sejak tahun lalu.
Kenapa di tahun ini dikerjakan? Karena menunggu musim kemarau agar catnya tidak luntur," jelasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 6FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 7Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 89 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









