Beragam Jenis Ubarampe yang Dibawa Pamong, Mulai dari Bawang Merah hingga Kelapa Mentah

Akurat.co, Jogja – Tak kurang dari 10 ribu pamong kalurahan bersama unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY mengikuti kirab dalam rangka Mangayubagya Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-80, Kamis (02/04/2026).
Mereka tiba di sekitar Malioboro dan Titik Nol sejak pukul 06.30 WIB menggunakan kendaraan umum maupun pribadi secara rombongan.
Mereka jalan kaki dari titik nol menuju Pagelaran Kraton Yogyakarta. Urutan pertama pamong dan LKK dari Kota Yogyakarta. Disusul dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo dan terakhir Gunungkidul.
Tak lupa beragam ubarampe juga mereka bawa. Didominasi makanan khas wilayah setempat ataupun hasil bumi. Seperti gunungan sayur mayur hingga padi.
Baca Juga: Rangkaian Acara Pesta Rakyat di Hari Ulang Tahun Sri Sultan HB X yang ke-80
Perwakilan dari Kabupaten Bantul membawa gunungan bawang merah setinggi 170 sentimeter. "Ada sekitar 1 kuintal bawang merah," kata Dian Purnomo selalu Kepala Dukuh Gadungan Kepuh Canden, Jetis, Bantul.
Bawang Merah sengaja dibawa karena di Bantul memang banyak terdapat lahan bawang merah. Mengingat kondisi tanah yang berpasir dan cocok untuk budidaya komoditas ini.
"Ini kita ambilkan dari tanah lungguhnya pak lurah," ujarnya.
Sedangkan dari Kalurahan Sogan Kapanewon Wates Kulon Progo membawa 75 kilogram beras dan 55 butir kelapa mentah.
Baca Juga: 16 Ribu Nasi Angkringan Gratis Dibagikan di Momen Ultah Sri Sultan HB X yang ke-80
"Di tempat kami itu setiap pekarangan rumah ada pohon kelapa. Setiap pamong membawa 2-3 butir kelapa dan 6 kilogram beras," ujar Lurah Sogan, Indro Kurnianto.
Sebenarnya ada lebih dari 75 kilogram beras dan 55 butir kelapa yang terkumpul. Tapi karena ada keterbatasan transportasi, sehingga yang dibawa disesuaikan. "Tapi kita berangkat pukul 06.30 WIB dan sampai sekarang masih antri," ujarnya.
Kirab ini mengundang perhatian wisatawan yang sedang datang ke Malioboro. Meski aksesnya ditutup, tidak sedikit dari mereka yang rela memarkir kendaraannya lebih jauh dan berjalan kaki menuju titik nol kilometer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









