Pembacaan Teks Proklamasi dengan Bahasa Isyarat di Malioboro Pecahkan Rekor MURI

Akurat.co,Jogja- Teman-teman difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja mencatatkan prestasi membanggakan.
Sebanyak 1.000 kaum disabilitas di DIY yang membacakan teks proklamasi dengan bahasa isyarat berhasil memecahkan rekor MURI.
Pembacaan teks proklamasi menggunakan bahasa isyarat dipimpin oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X di Malioboro, Rabu (13/08) kemarin.
"Hari ini kita menyaksikan pembacaan teks proklamasi menggunakan bahasa isyarat oleh seribu penyandang disabilitas.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Jaga Komitmen sebagai Kampus Ramah Difabel
Tentu ini adalah inisiatif yang sangat layak kita apresiasi bersama, bukan pada upaya pencatatan rekor itu sendiri, melainkan pada esensi pesan yang hendak disampaikan," kata Sri Paduka.
Sri Paduka mengatakan, setiap warga negara memperoleh kesempatan untuk hadir, berpartisipasi, dan diakui sebagai bagian yang utuh dari kehidupan bersama,” ungkap Sri Paduka.
Diungkapkan Sri Paduka, ketika teks proklamasi dihadirkan melalui bahasa isyarat, sesungguhnya yang sedang ditegaskan bukan hanya kemampuan untuk menerjemahkan kata-kata ke dalam gerak dan isyarat.
Yang sedang ditegaskan adalah nilai-nilai kebangsaan, semangat kemerdekaan, dan ruang partisipasi dalam kehidupan bersama harus dapat dijangkau oleh seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
Baca Juga: Cerita Angela, Penyandang Disabilitas yang Lulus SNBT UGM
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti mengatakan, kegiatan yang patut diapresiasi ini diselenggarakan untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Dan sesuai UUD 1945, tujuan kemerdekaan kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya
- 10Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman





