Kota Jogja Wilayah dengan Warisan Budaya Takbenda Terbanyak DIY, dari Permainan sampai Kuliner

Akurat.co,Jogja- Kota Jogja tercatat sebagai wilayah dengan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) terbanyak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebanyak 11 karya budaya Kota Yogyakarta ditetapkan sebagai WBTb Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat penyampaian sertifikat ke Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan, penetapan merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan dan nilai penting karya budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Sleman Terima 3 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda
"Selain memberikan pengakuan, status WBTb juga menjadi bagian dari upaya pelindungan agar karya budaya tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," jelasnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (1/9).
Hasto Wardoyo mengatakan, 11 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTb tahun ini sebagian besar berupa dolanan atau permainan tradisional.
Menurutnya, hal tersebut menjadi sesuatu yang positif karena permainan tradisional memiliki keterkaitan dengan proses pendidikan dan pembentukan karakter anak.
"Sebelas karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTb ini adalah dolanan atau permainan. Menurut saya sangat bagus, karena dolanan-dolanan ini juga tumbuh bersama dengan pendidikan khas Jogja,” kata Hasto.
11 karya budaya Kota Yogyakarta yang ditetapkan sebagai WBTb meliputi Dolanan Sayang, Dolanan Ingkling, Sesorah Gaya Yogyakarta, Rewang Yogyakarta.
Ukel Yogyakarta, Bahu Dhanyang Yogyakarta, Dolanan Dhingklik Oglak-Aglik, Dolanan Lepetan, Serabi Kocor Yogyakarta, Jetungan Yogyakarta, dan Gamparan Yogyakarta.
Dari total karya budaya yang mendapatkan sertifikat WBTb dalam penyerahan tersebut, Kota Yogyakarta menjadi daerah dengan jumlah terbanyak di DIY, yakni 11 karya budaya.
Selanjutnya Kabupaten Bantul sebanyak enam karya budaya, Kabupaten Kulon Progo lima karya budaya, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat empat karya budaya, Kabupaten Sleman tiga karya budaya, serta Kabupaten Gunungkidul tiga karya budaya.
Baca Juga: Jadi Warisan Budaya Takbenda, Pembuat Roti Kembang Waru Khawatirkan Tak Ada Penerus
Sri Sultan Hamengku Buwono berpesan pemerintah kabupaten dan kota di DIY untuk semakin menggalakkan pendidikan khas Yogyakarta yang memuat unsur-unsur budaya.
Menurutnya, nilai-nilai budaya perlu terus ditanamkan dalam pendidikan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









