Pemkot Jogja Alihkan Anggaran Perjalanan Dinas ke Program Kesejahteraan Masyarakat

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja berencana mengalihkan anggaran perjalanan dinas untuk program kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang meminta seluruh kepala daerah melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas.
“Dalam instruksi tersebut, kepala daerah diminta mengurangi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Hadirkan 'Setu Sinau' di Kawasan Malioboro, Apa Itu?
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Hasto menjelaskan, pengalihan anggaran akan difokuskan pada dua kelompok besar program, yakni non infrastruktur dan infrastruktur.
Untuk program non infrastruktur, Pemkot Yogyakarta akan memperkuat berbagai kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan, budaya, dan pariwisata.
Sejumlah program yang akan didorong antara lain Gebyar UMKM, WJNC atau Wayang Jogja Night Carnival, Jogja Great Sale, Ruwahan Agung, Festival Hadroh, hingga Sarkem Fest.
Program-program tersebut dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Yogyakarta.
Baca Juga: Pemkot Jogja Targetkan Perbaikan 200 Rumah Tak Layak di 2026
“Event-event ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” jelas Hasto.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Yogyakarta akan memprioritaskan penataan kawasan perkotaan, terutama jalan dan trotoar pedestrian. Fokus utama diarahkan pada wilayah selatan kota.
Salah satu program yang akan dikerjakan adalah revitalisasi trotoar dari kawasan Giwangan hingga XT Square, termasuk penutupan saluran air di Jalan Pramuka untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki.
Selain itu, penataan juga akan dilakukan di Jalan DI Panjaitan, meliputi pembangunan trotoar dan taman, serta pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 776 meter dari Jalan Ipda Tut Harsono hingga simpang empat APMD.
Tidak hanya infrastruktur jalan, Pemkot Yogyakarta juga akan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH).
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan taman lalu lintas baru yang akan dipindahkan dari area Terminal Giwangan ke Balai Benih Ikan Yogyakarta di Jalan Nitikan Baru, Sorosutan, Umbulharjo.
Selain itu, akan dibangun taman dan jalur hijau di sepanjang Jalan Diponegoro hingga simpang tiga Jatikecana.
Baca Juga: Mulai Hari Ini Pemkot Jogja Laksanakan WFH, Jamin Pelayanan Publik tetap Berjalan
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman bagi warga.
Pemkot juga akan mengembangkan sejumlah fasilitas olahraga masyarakat.
Beberapa lapangan yang akan ditata ulang antara lain Lapangan Sidokabul, Lapangan Tegalrejo yang ada di depan SMAN 4 Yogyakarta, Lapangan Mancasan, dan Lapangan Minggiran.
Seluruh lapangan tersebut direncanakan akan dikembangkan dengan konsep serupa Lapangan Karang Kotagede, yang telah lebih dahulu menjadi ruang publik multifungsi bagi masyarakat.
Baca Juga: Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap Ratusan Tenaga Kerja Warga Sekitar
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, F.X. Wisnu Sabdono Putro, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Yogyakarta.
“Kami pada prinsipnya sepakat dengan efisiensi ini. Harapannya, anggaran dari perjalanan dinas benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









