Jogja

Belajar dari Pengalaman DIY, Sultan Imbau Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau Memakai Masker

Haris Ma'ani | 8 September 2026, 08:48 WIB
Belajar dari Pengalaman DIY, Sultan Imbau Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau Memakai Masker
Potret ilustrasi erupsi gunung. -foto: magnific./vecstock

Akurat.co,Jogja-Yogyakarta lekat dengan bencana. Salah satunya erupsi besar Gunung Merapi pada 2006.

Berbekal pengalaman tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun memberikan perhatian kepada warga yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sultan meminta warga untuk mengenakan masker selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, Bandara YIA Siap Beroperasi 24 Jam

Sebab, penggunaan masker dinilai penting untuk mencegah masyarakat menghirup abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.

“Abu vulkanik itu kan mengandung material yang berbahaya, yang tajam gitu loh. Jadi ya sekarang lebih baik memang pakai masker,” ujar Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Selasa (8/9).

Sri Sultan menjelaskan, abu vulkanik memiliki karakteristik yang halus sehingga mudah terbawa angin dan menyebar ke berbagai tempat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat berpotensi menghirup abu vulkanik, terutama ketika berada di wilayah yang terdampak.

“Tapi kan karena lembut, itu kan (abu vulkaniknya) bisa ke mana-mana, (sehingga) memang bisa warga masyarakat yang bisa menghirup dan sebagainya malah risikonya malah besar.

Tapi kalau nunggu hujan malah jadi seperti beton, tapi licin,” ungkap Sri Sultan.

Selain berpotensi mengganggu kesehatan jika terhirup, abu vulkanik juga membutuhkan penanganan khusus dalam proses pembersihannya.

Masyarakat perlu membersihkan abu secara hati-hati agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Karena itu, penggunaan masker dijelaskan Sri Sultan sebagai salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama selama kondisi erupsi masih berdampak pada wilayah sekitar.

Baca Juga: Bandara Halim Masih Tutup Akibat Erupsi, 6 Penerbangan di Adisutjipto Dibatalkan

“Karena memang tidak mudah di halaman begini, itu tidak bisa, karena beterbangan, tidak bisa sekali terus bersih. Kalau pasir ya terus disapu, hilang, tapi kalau abu, tidak seperti itu,” tegas Sri Sultan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.