Jogja

Sri Sultan: Zakat dan Infak jadi Jaring Pengaman bagi yang Kesulitan Ekonomi

Haris Ma'ani | 14 April 2026, 11:03 WIB
Sri Sultan: Zakat dan Infak jadi Jaring Pengaman bagi yang Kesulitan Ekonomi
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X (tengah) bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, dan Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. (foto: instagram/humasjogja)

Akurat.co,Jogja- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan jika zakat,infak, dan sodakoh menjadi jaring pengaman warga yang berada dalam kesulitan ekonomi.

"Kita diharuskan meninggikan rasa empati bagi mereka yang merayakannya dalam kesempitan rezeki dan kesukaran hidup, dengan sebisa mungkin untuk memberikan sodakoh, infaq atau santunan," ujar Sri Sultan di acara Silaturahmi Idulfitri bersama masyarakat Kulon Progo, Senin (13/04).

Menurut Sri Sultan, penyucian diri tidak akan terlaksana tanpa semangat kasih sayang terhadap sesama manusia.

Baca Juga: Tetapkan WFH Rabu, Sekda DIY: Hindari Kesan Libur

Selain isu ekonomi, Sri Sultan menekankan pentingnya menjaga stabilitas melalui persatuan dan mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan menjadi kerugian besar bagi bangsa.

Semangat persaudaraan ini dinilai sebagai kunci utama dalam menghadapi dinamika ujian bangsa yang akan selalu dilingkupi berbagai cobaan.

"Berjamaah itu rahmat, berpecah belah itu azab. Mengapa berjamaah itu rahmat, karena dengan berjamaah kita saling mengenal sesama umat, serta dapat menyambung tali silaturahmi," ungkap Sri Sultan.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menilai kehadiran jajaran Pemda DIY sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di wilayahnya.

Baca Juga: Kisah Pasutri di Bantul, 40 Tahun Setia Tekuni Usaha Pembuatan Tape Singkong

Agung menyebut momentum Syawalan tahun ini harus berdampak pada perbaikan tata kelola pemerintahan yang langsung dirasakan masyarakat secara luas.

"Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan," kata Agung.

Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Desak PBB Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Saat ini, Pemkab Kulon Progo fokus pada akselerasi pembangunan di sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Namun, Agung menegaskan sinergi dengan Pemerintah DIY menjadi syarat mutlak agar kebijakan strategis di kabupaten tetap selaras dengan visi misi keistimewaan Yogyakarta secara keseluruhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.