DPRD DIY Soroti Minimnya Anggaran Mitigasi Bencana

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY menyoroti minimnya anggaran untuk kebencanaan di DIY pada 2027. Untuk program penyiapan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan bencana saja hanya untuk 25 keluarga.
Padahal potensi bencana di DIY sangat tinggi. Mulai dari hujan deras, banjir, hingga potensi Megathrust Pantai Selatan. Bahkan Gunung Merapi juga telah lama berada di status siaga level III.
"Kami mendorong agar Pemda DIY lebih serius mengalokasikan anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana," kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Selasa (08/09/2026).
Banyaknya potensi bencana yang mengancam warga masyarakat di DIY tersebut, membuat Pemda DIY berkewajiban untuk bisa menumbuhkan ketangguhan masyarakat melalui pelatihan, simulasi dan dukungan peralatan yang memadai.
Baca Juga: Susun Raperda Penanggulangan Bencana, DPRD DIY Kolaborasi dengan BMKG DIY
Berdasarkan kajian terhadap rancangan anggaran penanggulangan bencana di DIY untuk tahun 2027 yang bernilai total sekitar Rp 18,3 miliar, Eko mencatat adanya alokasi yang dinilai masih belum memadai untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
Dari total anggaran tersebut, rinciannya meliputi program penunjang urusan pemerintahan daerah Rp 15,2 miliar, penanggulangan bencana Rp 2 miliar, pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta non-kebakaran Rp 405,5 juta dan penyelenggaraan keistimewaan urusan kebudayaan Rp 690 juta.
Namun, yang menjadi sorotan khusus adalah program penyediaan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan bencana untuk target tahun 2027 yang hanya mencakup 25 keluarga dengan alokasi anggaran Rp 690.909.000.
Begitu pula dengan program penyediaan logistik penyelamatan dan evakuasi korban bencana yang dirancang untuk 500 orang dengan anggaran Rp 537.810.150.
Baca Juga: Pansus DPRD DIY Evaluasi Layanan Kesehatan Jiwa
Eko menekankan keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama ketika pemerintah membahas anggaran.
Ia berharap agar keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan untuk mengesampingkan kebutuhan penanggulangan bencana.
"Wong untuk beli tanah saja ada anggaran, masa keselamatan manusia nggak ada," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









